Anak setan
Perhatian: tulisan ini tentang film “anak setan”. Kalau belum nonton filmnya, munkin anda tidak mau berlanjut membaca tulisan ini.
Kemarin saya nonton film “anak setan”. Ceritanya begini: Di awal ceritanya satu perempuan yang bernama Gabriel masuk rumah sakit jiwa untuk jadi pemimpin baru di rumah sakitnya. Pemimpin yang lalu bunuh dirinya dan Gabriel jadi penggantinya. Di rumah sakitnya ada beberapa gelap dan Gabriel harus cari nyataan karena orang lain tidak mau menggatakan pada dia. Gabriel dan satu teman kerja sama untuk mengatahui apa yang terjadi di tempatnya. Salah satu orangnya yang tinggal di lembaganya menarik Gabriel. Dia terpaksa tinggal dalam tutupan dan Gabriel lepaskan dia dan coba membantu. Dia tidak punya nama, tidak ada identifikasi, tidak ada apa saja. Kemudian dia memilih satu nama untuk dirinya, yaitu Stella. Stella terus mulai bersekolah sama mahasiswa lain setalah teman Gabriel (lupa namanya) mengurus dengan sekolahnya. (ingatlah tidak ada nama, ID). Stella berhasil di sekolah karena dia sangat pandai, tapi nanti akan ada beberapa masalah di sekolahnya. Stella tidak bisa bergaul sama mahasiswi lain, bahkan mereka bikin kesulitan pada Stella. Stella terus mengetahui bahwa salah satu mahasiswi ada hubungan dengan gurunya. Walaupun ada beberapa masalah, Stella bertemu satu laki-laki (Lano) yang ingin tahu Stella. Lano mengajak Stella ke prom, dan malam prom setan terungkap.
Pada akhirnya film sangat buruk bagi saya. Yang lain seperti biasa. Sebabnya buruk itulah karena Stella gila luar biasa di akhirnya dan membunuh beberapa orang. Dia marah karena Gabriel dan teman ada penggunguran lalu, dan Stella kira Gabriel dan teman adalah seorang pembunuh. Moral filmnya jangan ada penggunguran karena satu anak setan akan datang dan bikin masalah buat anda ;)
What do you call a patient in Indonesian? Someone who is in a mental hospital or any other kind of hospital.
Kemarin saya nonton film “anak setan”. Ceritanya begini: Di awal ceritanya satu perempuan yang bernama Gabriel masuk rumah sakit jiwa untuk jadi pemimpin baru di rumah sakitnya. Pemimpin yang lalu bunuh dirinya dan Gabriel jadi penggantinya. Di rumah sakitnya ada beberapa gelap dan Gabriel harus cari nyataan karena orang lain tidak mau menggatakan pada dia. Gabriel dan satu teman kerja sama untuk mengatahui apa yang terjadi di tempatnya. Salah satu orangnya yang tinggal di lembaganya menarik Gabriel. Dia terpaksa tinggal dalam tutupan dan Gabriel lepaskan dia dan coba membantu. Dia tidak punya nama, tidak ada identifikasi, tidak ada apa saja. Kemudian dia memilih satu nama untuk dirinya, yaitu Stella. Stella terus mulai bersekolah sama mahasiswa lain setalah teman Gabriel (lupa namanya) mengurus dengan sekolahnya. (ingatlah tidak ada nama, ID). Stella berhasil di sekolah karena dia sangat pandai, tapi nanti akan ada beberapa masalah di sekolahnya. Stella tidak bisa bergaul sama mahasiswi lain, bahkan mereka bikin kesulitan pada Stella. Stella terus mengetahui bahwa salah satu mahasiswi ada hubungan dengan gurunya. Walaupun ada beberapa masalah, Stella bertemu satu laki-laki (Lano) yang ingin tahu Stella. Lano mengajak Stella ke prom, dan malam prom setan terungkap.
Pada akhirnya film sangat buruk bagi saya. Yang lain seperti biasa. Sebabnya buruk itulah karena Stella gila luar biasa di akhirnya dan membunuh beberapa orang. Dia marah karena Gabriel dan teman ada penggunguran lalu, dan Stella kira Gabriel dan teman adalah seorang pembunuh. Moral filmnya jangan ada penggunguran karena satu anak setan akan datang dan bikin masalah buat anda ;)
What do you call a patient in Indonesian? Someone who is in a mental hospital or any other kind of hospital.
- 17
- 4
- 2
Journals Statistics
| Total | 10 entries |
|---|---|
| This Month | 0 entries |
| This week | 0 enrties |
Latest entry
| Lagu-lagu Indonesia (4) |
| Beberapa pemikiran tentang korupsi (13) |
| Anak setan (6) |
| Thai - second entry (2) |
| First thai entry (8) |
Latest comments
| Jun 01st Manik |
| Jun 01st Ratih |
| Jun 01st Ratih |
| Jun 01st Ratih |
| Jun 01st Nindita |
Entries by Month
| 2011 |
|---|
| - June (1) |
| - May (4) |
| - January (1) |
| 2010 |
| - October (1) |
| - September (3) |

Kalau belum nonton filmnya, mungkin anda tidak mau melanjutkan membaca tulisan ini.
Ceritanya begini: Di awal ceritanya satu perempuan yang bernama Gabriel masuk rumah sakit jiwa untuk jadi pemimpin baru di rumah sakit itu.
Pemimpin yang sebelumnya bunuh diri dan Gabriel jadi penggantinya.
Di rumah sakitnya ada beberapa misteri (what do you mean by gelap?) dan Gabriel harus mencari faktanya (what do you mean by nyataan?) karena orang lain tidak mau memberitahunya (I guess that sounds better, but yours is actually correct).
Gabriel dan salah satu temannya bekerja sama untuk mengetahui apa yang terjadi (I guess they already know tempatnya, so no need to explain, I think).
Salah satu orangnya yang tinggal di lembaganya menarik perhatian Gabriel.
Dia terpaksa tinggal dalam tutupan (penjara? kerangkeng?) dan lalu Gabriel lepaskan dia dan coba membantunya.
Dia tidak punya nama, tidak ada punya identifikasi (identitas?), tidak ada apa saja pun.
Stella terus mulai bersekolah sama mahasiswa lain setelah teman Gabriel (lupa namanya) mengurusi keperluan untuk sekolahnya.
Stella berhasil di sekolah karena dia sangat pandai, tapi nanti akan setelah itu ada beberapa masalah di sekolahnya.
Stella tidak bisa bergaul sama dengan mahasiswi (I prefer to use mahasiswa since if it includes male students too) lain, bahkan mereka bikin kesulitan pada Stella.
Stella terus/lalu mengetahui bahwa salah satu mahasiswi ada memiliki hubungan dengan gurunya.
Walaupun ada beberapa masalah, Stella bertemu satu seorang laki-laki (Lano) yang ingin tahu tentang Stella.
Lano mengajak Stella ke prom, dan pada malam prom setan terungkap.
Bagi saya Pada akhirnya dari film ini sangat buruk bagi saya.
Sebabnya buruk itulah karena Stella gila luar biasa di akhirnya dan membunuh beberapa orang. (because you had already written karena, you don't have to write sebabnya, I think)
Dia marah karena Gabriel dan teman ada penggunguran lalu (I don't know what does it mean), dan Stella kira Gabriel dan temannya adalah seorang pembunuh (Gabriel and friend are two people, aren't they?).
Moral filmnya jangan ada penggunguran (do you mean abortion? you can easily say it aborsi) karena satu anak setan akan datang dan bikin masalah buat anda ;)
What do you call a patient in Indonesian? (It is 'pasien' in Indonesia)
The room was, as Ratih knew, ruang isolasi, which is probably the correct word. My dictionary suggested tutupan, but it might be incorrect.
If aborsi is the prefered word I'll try to remember that. Thanks alot for the correction!
if you mean tutupan is isolated room, then I agree with Ratih's "ruang isolasi" :)
Actually "penggunguran" is like a typo, the correct one is "pengguguran". Pengguguran comes from "gugur" (base word/kata dasar). "Gugur" can be used for leaf, flower, hero, fetus etc. The word pengguguran if used alone will sound strange because it doesn't specify what is the object. If you mean abortion you can say aborsi or pengguguran kandungan as Ratih said.
Kalau belum menonton filmnya, mungkin sebaiknya Anda tidak mau melanjutkan membaca tulisan ini.
Kemarin saya menonton film yang berjudul “Anak Setan”.
Cerita bermula saat seorang perempuan yang bernama Gabriel masuk rumah sakit jiwa untuk menjadi pemimpin baru di sebuah rumah sakit jiwa.
Pemimpin yang sebelumnya bunuh diri dan Gabriel menjadi penggantinya.
Rumah sakit tersebut menyimpan misteri dan Gabriel harus mengumpulkan fakta-fakta terkait karena orang lain tidak mau memberitahu padanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Gabriel dan salah seorang temannya, bekerja sama untuk mengungkap misteri tersebut.
Seseorang yang dirawat di rumah sakit itu menarik perhatian Gabriel.
Orang itu terpaksa tinggal dalam ruang isolasi (?) dan Gabriel memcoba untuk membantu dan melepaskan dia.
Dia tidak punya nama/tidak bernama, tidak punya kartu identitas, tidak mempunyai apapun.
Kemudian Stella mulai kuliah kembali bersama mahasiswa lainnya setelah teman Gabriel (lupa namanya) mengurus keperluan kuliahnya. --> Mahasiswa ber"kuliah", bukan ber"sekolah". Sekolah itu istilah untuk murid SD-SMA :)
(ingatlah bahwa Stella tidak punya ID).
Stella berhasil di kampus karena dia sangat pandai, tapi nanti akan ada beberapa masalah di kampusnya. --> Mahasiswa berkuliah di tempat yang disebut "Kampus" :)
Stella tidak bisa bergaul dengan mahasiswa lain, bahkan mereka menyulitkan hidup Stella.
Stella mengetahui bahwa salah satu mahasiswi memiliki hubungan terlarang dengan gurunya.
Walaupun ada beberapa masalah, Stella bertemu seorang laki-laki bernama Lano yang ingin lebih dekat dengan Stella.
Lano mengajak Stella ke prom, dan pada malam prom itulah setannya terungkap.
Saya katakan buruk karena Stella menjadi luar biasa gila dan membunuh beberapa orang.
Dia marah karena Gabriel dan teman ada penggunguran lalu, dan Stella mengira Gabriel dan temannya adalah seorang pembunuh.
Moral filmnya jangan menggugurkan kandungan (?) karena seorang anak setan akan datang dan membuat masalah pada Anda ;)