Lagu-lagu Indonesia

PUBLIC_FLAG_#{@journal.pf_int} RSS feed of Jorginho's latest journal entries Jun 01st 2011 21:36
Saya suka mendengar lagu-lagu Indonesia dan lagu-lagu Malaysia. Dulu saya mendengar sering kali, tetapi sekarang saya mendengar sekali-sekali karena sudah menjadi sedikit bosan. Penyanyi yang keren itulah Letto, Samsons, BCL, Siti Nurhaliza, Anuar Zain, Melly, dll. Penyanyi tersebut biasanya menyanyi tentang cinta dan masalah-masalahnya cinta. Merekapun menyanyi tentang tuhan dan bagaimana tuhan bisa membantu dirinya dalam hidupnya. Sering kali ada drama antara satu atau dua orang perempuan dan seorang laki-laki (kadang-kadang seorang playboy), kemudian perempuannya minta bantuan dari tuhan untuk mempertunjukkan jalanan yang benar. Mungkin ada tiga perspektif dalam drama ini. Perspektif perempuan yang dijelaskan oleh satu penyanyi perempuan. Perspektif laki-laki yang dijelaskan oleh penyanyi laki-laki dan perspektif tuhan yang dijelaskan oleh siapapun yang percaya kata tuhan. Saya tidak mampu mengerti semua kata-kata dan artinya dalam lagunya karena ada metafora dan konteks kebudayaan yang susah buat orang asing. Oleh karena itu, saya tidak bisa melihat bagian kecil-kecil dalam perjuangan kelamin ini.

One question regarding pronunciation: When I learned how to pronounce Indonesian, u was like o in book and o was like o in long (something like that). But when I heard the duet between Vidi Aldiano and Inka Mamamia on youtube, she has a different pronunciation which is more like the one we have in Norway (u is more like o in moon). Any reason for this difference? A dialect or something?
Jun 01st 2011 22:36 Manik

  • Saya suka mendengar lagu-lagu Indonesia dan lagu-lagu Malaysia.
  • Saya suka mendengarkan lagu-lagu Indonesia dan lagu-lagu Malaysia. **Perhaps you already know that there are two meaning of "suka" as there also two meaning of "like". In this sentence "suka mendengar" somehow it can be perceived to have two meaning, which is "often hear" or "like to hear". From the context it is already understood that the meaning is "like to hear", if you'd like to emphasize on that meaning, I guess it's better to add suffix "-kan" so that people can instantly catch your meaning. Just for your information.

 

  • Dulu saya mendengar sering kali, tetapi sekarang saya mendengar sekali-sekali karena sudah menjadi sedikit bosan.
  • Dulu saya sering mendengarkannyasering kali, tetapi sekarang saya mendengarkan sesekali-sekali (saja) karena sudah menjadi sedikit agak bosan. **sekali-sekali can be shortened as sesekali, though whichever you can choose.

 

  • Penyanyi yang keren itulah Letto, Samsons, BCL, Siti Nurhaliza, Anuar Zain, Melly, dll.
  • Penyanyi yang keren itulah misalnya Letto, Samsons, BCL, Siti Nurhaliza, Anuar Zain, Melly, dll. *I know what you mean "itulah" is "are", but it sounds strange if you want to mention things. We used "yaitu" or "misalnya" as in "such as".

 

  • Penyanyi tersebut biasanya menyanyi tentang cinta dan masalah-masalahnya cinta.
  • Penyanyi tersebut biasanya menyanyi tentang cinta dan masalah-masalahnya problematika (or permasalahan) cinta. **masalah-masalahnya cinta sounds like "Cinta is a person who has problems

 

  • Merekapun menyanyi tentang tuhan dan bagaimana tuhan bisa membantu dirinya dalam hidupnya.
  • Merekapun menyanyi tentang Tuhan dan bagaimana Tuhan bisa membantudirinya dalam hidupnya. Tuhan with big "T", you know, it's EYD. Else, the usage of "-nya" is redundant, I think.

 

  • Sering kali ada drama antara satu atau dua orang perempuan dan seorang laki-laki (kadang-kadang seorang playboy), kemudian perempuannya minta bantuan dari tuhan untuk mempertunjukkan jalanan yang benar.
  • Sering kali ada drama antara satu atau dua orang perempuan dan seorang laki-laki (kadang-kadang seorang playboy), kemudian perempuannya minta bantuan dari Tuhan untuk mempertunjukkan jalanan yang benar. **Err, I don't get it quite well. The sentence is alright, but do I get the right meaning? Do you mean the woman ask God to show her the way because of the love triangle she faced? It sounds strange enough to me

 

  • Perspektif perempuan yang dijelaskan oleh satu penyanyi perempuan.
  • Perspektif perempuan yang dijelaskan oleh satu penyanyi perempuan.

 

  • Perspektif laki-laki yang dijelaskan oleh penyanyi laki-laki dan perspektif tuhan yang dijelaskan oleh siapapun yang percaya kata tuhan.
  • Perspektif laki-laki yang dijelaskan oleh penyanyi laki-laki dan perspektif Tuhan yang dijelaskan oleh siapapun yang percaya kata pada Tuhan. **Do you mean perspektif as in perspective?

 

  • Saya tidak mampu mengerti semua kata-kata dan artinya dalam lagunya karena ada metafora dan konteks kebudayaan yang susah buat orang asing.
  • Saya tidak mampu mengertimahami semua kata-kata dan artinya dalam lagunya karena ada metafora dan konteks kebudayaan yang susah rumit buat bagi orang asing.**Actually the sentence you made is already fine though

 

  • Oleh karena itu, saya tidak bisa melihat bagian kecil-kecil dalam perjuangan kelamin ini.
  • Oleh karena itu, saya tidak bisa melihat bagian kecil-kecil detail dalam perjuangan kelamin ini. *Woa, what do you mean by perjuangan kelamin? gender struggle? Perjuangan kelamin sounds pretty funny like the struggle to achieve genital or something like that

 
It is clear that I am not up to date with songs, lol, that I don't even know how did you come up with the idea of three perspectives in Indonesian and Malaysian songs.
Yes, as you know the various cultures and languages in Indonesia, sure there are different dialects too. As we might notice someone is born or raised in the West Java, Central Java, Sumatera etc. But I don't know the answer of your question, I haven't heard the song.
Jun 01st 2011 23:24 Jorginho
I tried to comment within the text, but that did not work out well.
Perspektif I mean perspective yes. Maybe its the wrong word.

Yeah I mean gender struggle. Gender isnt a word I have used before so I searched for it in the dictionary. But gender and sex is two differenct things (cultural and biological) so there are mistakes to be made ;)

maafkan ku harus pergi
ku tak suka dengan ini
aku tak bodoh
seperti kekasihmu yg lain

terima kasih oh Tuhan
tunjukkan siapa dia
maaf kita putus
so thank you so much
I’m sorry, goodbye

This is what i mean by the God thing. She thanks him/her/it for showing her who he is so she can finish him. But maybe she only means thank God as in the expression, not as in the belief in God. Beats me though. Songs are difficult because it is not anything like formal written language. Thats why it sometimes is easy to be confused.

Jun 01st 2011 23:59 Manik
Gender is now used in Indonesian, so you can use it. "Jenis kelamin" means gender, that is why you used it. Gender struggle is a new term for me, so I searched it once and I just know that we used to call it "Perjuangan Gender".
When you use "kelamin" alone and not "jenis kelamin", it really means genitalia then the meaning might sound like what I mentioned before.
Yeah, you are right songs have their sheers difficulties.

I think I have heard that song and got same impression as you mentioned. The God she refers here shows that she believes in God but the song wasn't meant to emphasize her faith in God.

It is like expressing her feeling in irony. Like, at least trying to be positive in a heartbreaking situation.
But still I failed to see the gender struggle in this song.
Jun 06th 2011 01:28 Undik

  • Saya suka mendengar lagu-lagu Indonesia dan lagu-lagu Malaysia.
  • Saya suka lagu-lagu Indonesia dan Malaysia. (note: I interpret "saya suka" as "I like")

 

  • Dulu saya mendengar sering kali, tetapi sekarang saya mendengar sekali-sekali karena sudah menjadi sedikit bosan.
  • Dulu saya sering dengarkan tetapi sekarang hanya sesekali saja karena sudah agak bosan.

 

  • Penyanyi yang keren itulah Letto, Samsons, BCL, Siti Nurhaliza, Anuar Zain, Melly, dll.
  • Suggest to say, "Penyanyi yang saya suka adalah Letto, etc..."

 

  • Penyanyi tersebut biasanya menyanyi tentang cinta dan masalah-masalahnya cinta.
  • Penyanyi-penyanyi tersebut biasanya membawakan lagu tentang cinta.

 

  • Merekapun menyanyi tentang tuhan dan bagaimana tuhan bisa membantu dirinya dalam hidupnya.
  • Namun mereka juga menyanyi tentang Tuhan dan bagaimana Tuhan dapat membantu dirinya.

 

  • One question regarding pronunciation: When I learned how to pronounce Indonesian, u was like o in book and o was like o in long (something like that).
  • Yes, "u" is always like "oo" in "book" or "too", and "o" is always like "Long" and "Oh".

 

  • But when I heard the duet between Vidi Aldiano and Inka Mamamia on youtube, she has a different pronunciation which is more like the one we have in Norway (u is more like o in moon).
  • "u" is always like "oo" in "too", "moon", "book", etc.

 
Jorginho
  • Norwegian
  • Indonesian, Thai

Journals Statistics

Latest entry

See more >>

Latest comments

See more >>

Entries by Month