Bulan dan musim semi tidak berubah pada tahun lalu dan tahun ini.

PUBLIC_FLAG_#{@journal.pf_int} RSS feed of Anjing Ocha's latest journal entries Jun 27th 2011 05:27
Pada zaman dahulu, ada seorang permaisuri yang bernama Junko tinggal di istana Kyoto timur. Di istana itu, seorang wanita tinggal di rumah sebelah barat. Ada seorang laki-laki yang sering datang ke istana karena menaruh hati dan rindu pada wanita itu. Meskipun dia tahu bahwa ini adalah cinta terlarang dan dia tidak bisa berbuat apa-apa. Kira-kira pada tanggal 10 Januari, wanita itu bersembunyi di tempat lain. Dia sudah mendengar tempat di mana wanita itu berada. Tetapi karena tempat itu tidak boleh dikunjungi oleh orang biasa sehingg laki-laki itu semakin sengsara dan terus melewatkan waktu. Pada Januari tahun selanjutnya, saat bunga ume mekar, dia terkenang pada tahun lalu dan pergi ke rumah sebelah barat itu. Di sana, dia berdiri menatap bunga ume dan duduk menatap bunga ume, namun apa yang dirasakannya tidak sama dengan tahun lalu.---wangi dan keindahan bunga ume sudah tidak dapat dia temukan. Laki-laki itu menangis sambil terbaring di kamar berlantai papan yang sudah tidak dihuni yang bahkan sudah tidak memiliki pintu sorong, sampai bulan miring ke langit barat. Pada tahun lalu,---dipeluk oleh cahaya bulan dan ditemani sedap aroma yang bunga ume bersama wanita itu. Dia baru ingat dan menulis surat cinta berikutnya. "Bulan ini sama dengan bulan tahun lalu,bukan? Musim semi ini sama dengan musim tahun lalu,bukan? Biarpun badan saya terus sedekala dan tidak berubah". (Kalau penuh semangat cinta dan sengsara tidak berubah tetapi kelihatan hal-hal selain saya, cahaya bulan dan bunga ume juga terlihat seperti benda yang lain pada tahun lalu.) Setelah menulis surat cinta, dia terdesak pulang pada saat fajar menyingsing secara pelan-pelan.

月と春、去年も今年も変わらぬが
昔、東の京に大后の宮(おおきのみや)が住んでおられたが、その御殿(ごてん)の西の対の屋(たいのや)に住む女がいたのでした。その女をいけないとは知りながら、どうにもならず、いとしく思う男がしきりに訪れ通っていました。が、睦月(むつき)の10日頃、女は他の所に姿を隠してしまったのでした。女のいる所は聞き知っていたけれども、ふつうの身分の人が通っていける所でもないので、男は一層辛い(つらい)思いを続けながらいたのでした。翌年の睦月に、ちょうど梅の花盛りに去年を恋しく思い西の対の屋へ行って、梅を立っては見、座っては見して、見はするけれど去年とは似るはずもない。--香しさも輝かしさもないのだった。男は泣きに泣いて、住む人がいなくなって障子(しょうじ)などもとりはらわれた部屋の板敷きに、月が西の空に傾くまで臥(ふ)せて、去年を--あの女と包(つつ)まれた月の光と梅のふくいたる香りを--思い出して詠みました。 月は去年と同じ月ではないか、春は去年と同じ春ではないか、私の身一つは元(もと)のままなのに、 (情熱と痛みは変わらないけれど、私以外のものは、月の光も梅の花もすべて去年とは全く別のものに見える。) と詠んで、夜がほのぼのと明ける頃、泣く泣く帰ったのでした。
Jun 27th 2011 11:47 mha

  • Pada zaman dahulu, permaisuri nama Junko tinggal di Kyoto timur.
  • Pada zaman dahulu, Ada seorang permaisuri yang bernama Junko tinggal di (Istana) Kyoto timur.

 

  • Ada seorang laki-laki yang sering mengikuti dengan sungguh menaruh hati dan kangen akan pada wanita itu.
  • Ada seorang laki-laki yang sering datang ke istana karena menaruh hati pada wanita itu

 

  • Tetapi dia sudah tahu bahwa cinta ini tidak boleh dan tak ada akal lagi.
  • Meskipun dia tahu bahwa ini adalah cinta terlarang

1 people think this correction is good.  

  • Pada tanggal 10 Januari, wanita itu bersembuni ke tempat lain.
  • Pada tanggal 10 Januari, wanita itu bersembuni pindah ke tempat lain.

 

  • Dia sudah tahu mendengar tempat yang wanita itu berada.
  • Dia sudah tahu mendengar tempat yang di mana wanita itu berada.

 

  • Tetapi tempat itu tidak boleh orang biasa bisa mengikuti karena laki-laki itu tambah gencar merasa sengsara dan terus melewatkan waktu.
  • Tetapi karena tempat itu tidak boleh dikunjungi orang biasa, bisa mengikuti karena laki-laki itu tambahgencar merasa semakin sengsara dan terus melewatkan waktu.

 

  • Pada Januari tahun depan, justru bunga ume mekar penuh, dia kangen sekali sama tahun lalu dan pergi ke rumah barat itu.
  • Pada Januari tahun depanselanjutnya, justru saat bunga ume(plum) mekar, dia terkenang pada kenangan tahun lalu dan pergi ke rumah barat itu.

 

  • Di sana, kalau dia berdiri melihat bunga ume dan duduk melihat juga, tetapi bunga ume tidak mungkin mirip dengan bunga ume yang tahun lalu.---sedap aromanya dan cahayanya sudah tidak ada.
  • Di sana, dia berdiri menatap bunga ume, duduk menatap bunga ume, namun apa yang dirasakannya tidak sama dengan tahun lalu. --wangi dan keindahan bunga ume sudah tidak dapat dia temukan

 

  • Laki-laki itu menangis tawan sambil terbaring di kamar berlantai papan yang sudah tidak ada penduduk dan dilepaskan pintu sorong semuanya sampai bulan miring ke langit barat.
  • Laki-laki itu menangis tawan sambil terbaring di kamar berlantai papan yang sudah tidak ada penduduk dihuni dan dilepaskan yang bahkan sudah tidak memiliki pintu sorong, semuanya sampai bulan miring ke langit barat.

 

  • Pada tahun lalu,---dipeluk dengan cahaya bulan dan sedap aroma yang bunga ume bersama wanita itu.
  • Pada tahun lalu,---dipeluk dengan oleh cahaya bulan dan ditemani sedap aroma yang bunga ume bersama wanita itu.

 
Sangat indah dan romantis, ^-^ saya suka
Jun 27th 2011 19:57 Anjing Ocha
Terima kasih, mah san, atas penjelasannya yang cukup lengkap. Maaf, ada pertanyaan sedikit, 「その女を、いけないと知りながらどうにもならなず、」→「どうにもならず」=tak ada akal lagi, apa boleh buat, karena; Meskipun dia tahu bahwa ini adalah cinta terlarang dan (apa boleh buat) tak ada akal lagi. Ini bagaimana?
Jun 27th 2011 21:41 mha
どうにもならず bisa berarti "apa boleh buat" ^-^
tapi maaf, saya pikir "tidak ada akal lagi" kurang cocok pada kalimat ini..
mungkin "Meskipun dia tahu ini adalah cinta terlarang, dan dia tidak bisa berbuat apa-apa" terdengar lebih alami.

apa boleh buat -->「しょうがない」に近いかなぁと思います。ちょっと会話っぽいと思います。
tidak ada akal lagiは最近あまり使わないですね、ちょっと古い言葉と感じています。
Jun 28th 2011 05:43 Anjing Ocha
Terima kasih, mha san, saya bisa mengerti.
Jun 27th 2011 15:02 no1knowsMe

  • Pada zaman dahulu, permaisuri nama Junko tinggal di Kyoto timur.
  • Pada zaman dahulu, ada seorang permaisuri bernama Junko yang tinggal di istana Kyoto timur.

 

  • Di istana itu, seorang wanita tinggal di rumah barat.
  • Di istana itu, seorang wanita tinggal di rumah sebelah barat.

 

  • Pada tanggal 10 Januari, wanita itu bersembuni ke tempat lain.
  • Pada tanggal 10 Januari, wanita itu bersembunyi ke di tempat lain.

 
Jun 27th 2011 20:04 Anjing Ocha
Terima kasih, no1knowsMe san, atas penjelasannya yang cukup lengkap. Saya bingung sekali, 「西の対の屋」=di rumah sebelah barat. Ungkapan ini bagus sekali. Terima kasih banyak.
Jun 28th 2011 10:07 no1knowsMe
Kalau menunjuk arah, seperti utara, selatan, timur, barat, kiri, kanan, dsb dari suatu objek untuk menunjukkan letak objek tersebut relatif terhadap objek lain, umumnya kita menggunakan kata 'sebelah'.
Jun 28th 2011 19:29 Anjing Ocha
Terima kasih, saya bisa mengerti "sebelah".
Jun 27th 2011 20:11 Ai

  • Pada zaman dahulu, permaisuri nama Junko tinggal di Kyoto timur.
  • Pada zaman dahulu, ada seorang permaisuri yang bernama Junko tinggal di istana Kyoto timur.

 

  • Ada seorang laki-laki yang sering mengikuti dengan sungguh menaruh hati dan kangen akan pada wanita itu.
  • Ada seorang laki-laki yang sering datang ke istana karena menaruh hati dan rindu pada wanita itu.

 

  • Pada tanggal 10 Januari, wanita itu bersembuni ke tempat lain.
  • Pada tanggal 10 Januari, wanita itu bersembunyi di tempat lain.

 

  • Dia sudah tahu mendengar tempat yang wanita itu berada.
  • Dia sudah mendengar tempat di mana wanita itu berada.

 

  • Tetapi tempat itu tidak boleh orang biasa bisa mengikuti karena laki-laki itu tambah gencar merasa sengsara dan terus melewatkan waktu.
  • Tetapi tempat itu tidak boleh dikunjungi oleh orang biasa, sehingga laki-laki itu semakin sengsara dan terus melewatkan waktu.

 

  • Pada tahun lalu,---dipeluk dengan cahaya bulan dan sedap aroma yang bunga ume bersama wanita itu.
  • Pada tahun lalu,---dipeluk oleh cahaya bulan dan wangi aroma bunga ume bersama wanita itu.

 

  • Dia baru ingat dan menulis surat cinta berikut.
  • Dia baru ingat dan menulis surat cinta berikutnya.

 

  • Biarpun badan saya terus sedekala dan tidak berubah".
  • Biarpun badan saya terus sedekala dan tidak berubah".

 

  • (Kalau penuh semangat cinta dan sengsara tidak berubah tetapi kelihatan benda yang lain saya, seperti terlihat benda yang lain pada tahun lalu.) Setelah menulis surat cinta, dia terdesak pulang pada saat fajar meningsing secara pelan-pelan.
  • (Kalau penuh semangat cinta dan sengsara tidak berubah tetapi kelihatan benda yang lain, seperti terlihat benda yang lain pada tahun lalu.) Setelah menulis surat cinta, dia terdesak pulang pada saat fajar meningsing secara pelan-pelan.

 
Sedekala apa? Saya kurang mengerti?
Jun 28th 2011 07:13 Anjing Ocha
Terima kasih, Ai san, atas penjelasannya yang cukup lengkap. Sedekala; 以前のとおり、これまでのように、元(もと)のまま、
Jun 28th 2011 00:12 polibot

  • Di sana, kalau dia berdiri melihat bunga ume dan duduk melihat juga, tetapi bunga ume tidak mungkin mirip dengan bunga ume yang tahun lalu.---sedap aromanya dan cahayanya sudah tidak ada.
  • Di sana, saat dia berdiri melihat bunga plum dan duduk melihatnya juga, tetapi bunga plum tidak lagi sama dengan bunga plum tahun lalu.---sedap (wangi) aroma dan cahayanya sudah tidak ada lagi.

 

  • Pada tahun lalu,---dipeluk dengan cahaya bulan dan sedap aroma yang bunga ume bersama wanita itu.
  • Pada tahun lalu,---dipeluk cahaya bulan dan wangi aroma bunga plum bersama wanita itu.

 

  • "Bulan ini sama dengan bulan tahun lalu,bukan?
  • "Bulan apa yg tidak sama dengan bulan di tahun lalu?

 

  • Musim semi ini sama dengan musim tahun lalu,bukan?
  • Musim semi yang indah ini tidak sama sama dengan musim semi di tahun lalu

 

  • Biarpun badan saya terus sedekala dan tidak berubah".
  • 私の身一つは元(もと)のままなのに、meskipun badan ini (saya) telah mencari sebabnya tetap sia-siaCMIIW

 
Jun 28th 2011 07:03 Anjing Ocha
Terima kasih, polibot san.
Anjing Ocha
  • Japanese
  • Indonesian, Indonesian

Journals Statistics

Latest entry

See more >>

Latest comments

See more >>

Entries by Month