Terimalah Teman Sebagai Hadiah Dari Yang Atas
Sebenarnya seh, mao iseng-iseng nerjemahin ini ke dalam bahasa Jepang. Tapi karena males, jadinya kirim ke temen2 indonesia deh.
Haha, dulu sempet terkenal lewat email, jadi mungkin tmen2 uda perna baca. Lumayan buat mempositifkan hati kita lagi. ^_^
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja. Atau malah menjengkelkan.
Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek. Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya. Atau saat kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam, saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.
Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dan lainnya.
Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKANlah karena mereka pada dasarnya buruk. Tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta kita. Ia membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.
Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita.
Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau mereka "takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dan lain-lain. Itulah cara mereka mempertahankan diri.
Mereka akan bilang:
"Menari itu tidak menarik"
"Tidak ada yang cocok denganku"
"Teman-temanku sudah lulus semua"
"Aku ini buruk, siapa yang bakal tahan denganku"
"Kisah hidupku membosankan"
Mereka tidak akan bilang :
"Aku tidak bisa menari"
"Aku membutuhkan kamu denganku"
"Aku kesepian"
"Aku butuh diterima"
"Aku ingin didengarkan"
Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa-dengan-jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita.
Haha, dulu sempet terkenal lewat email, jadi mungkin tmen2 uda perna baca. Lumayan buat mempositifkan hati kita lagi. ^_^
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja. Atau malah menjengkelkan.
Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek. Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya. Atau saat kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam, saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.
Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dan lainnya.
Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKANlah karena mereka pada dasarnya buruk. Tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta kita. Ia membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.
Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita.
Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau mereka "takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dan lain-lain. Itulah cara mereka mempertahankan diri.
Mereka akan bilang:
"Menari itu tidak menarik"
"Tidak ada yang cocok denganku"
"Teman-temanku sudah lulus semua"
"Aku ini buruk, siapa yang bakal tahan denganku"
"Kisah hidupku membosankan"
Mereka tidak akan bilang :
"Aku tidak bisa menari"
"Aku membutuhkan kamu denganku"
"Aku kesepian"
"Aku butuh diterima"
"Aku ingin didengarkan"
Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa-dengan-jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita.
- 32
- 14
- 0
Journals Statistics
| Total | 13 entries |
|---|---|
| This Month | 0 entries |
| This week | 0 enrties |
Latest entry
| 안녕하세요!! ^_^ (5) |
| 友達を贈り物として受け止めなさい!! (注意:長い~) (12) |
| How ignorance I was... (4) |
| That person makes me so sick (17) |
| Terimalah Teman Sebagai Hadiah Dari Yang Atas (14) |
Latest comments
| May 11th mako |
| Mar 18th chenvael |
| Sep 28th chan2 |
| Sep 26th Ayanokooji Kumosuke |
| Aug 22nd chan2 |
Entries by Month
| 2010 |
|---|
| - August (3) |
| - May (4) |
| - April (2) |
| - January (1) |
| 2009 |
| - February (3) |
baru membacanya saja kepalaku sudah pusing, apalagi menterjemahkannya, pasti butuh waktu seminggu ha ha ha
ini sih tingkat tinggi ha ha ha
Thx buat komen ny ^_^
Iya susah, makanya jadi males nerjemahinny.
Hahaha, tp gw suka yg berbau2 filosofi ma human nature ky gini..
Tar kl da wkt besok2 coba terjemahin ja dah.
Jadi malas baca semua ... haha.
Kalo mau posting terjemahannya, satu paragraf aja per satu hari ya!
Thx dah ^^
@Rayさん
haha..siapa yang suruh baca!! ^_^
訳するのは私やで。
添削あとで、よろしく~
lumayan tertarik sama filosofi, tapi kalo ditranslate ke Jepang waaa nggak deh.
nggak ngerti :s
Seperti hadiah, kita tidak akan tahu isinya hanya dari sosok kemasan.
Kalaupun isinya tidak sesuai dengan pengharapan, selamanya itupun akan tetap hadiah bagi kita, namun butuh jiwa yang baik pula untuk menyembuhkan jiwa yang terluka dan juga butuh jiwa yang peka yang mampu menerjemahkan jeritan-jeritan dari jiwa yang terluka.
susah deh kayaknya hahaha......
hahaha, baru pertama kali baca, ya?
iy repot se, tp kan ada org jpng yg bantuin ntar..
hahaha..
@haniv
yup, susah hampir semua orang gak sesabar itu.
banyakan kl ngeliat org yg nyebelin, jg langsung jauhin.
hahaha...emang manusia itu gak mao nyare susah..
love it so much!!
Sayangnya manusia itu makhluk egois yang gak pernah puas.
Jadi susah juga dapet temen seperti itu.
Kalo lo da dapet, patut disyukuri ^_^.