Masalah Dalam Pernikahan International

  •  
  • 692
  • 4
  • 3
  • Indonesian 
Jul 29th 2011 19:28
Catatan ini ditulis dengan bantuan teman. Bahasa Indonesiaku sendiri yang sebenar sangat lebi jelek daripada di catatan ini.

*・..*・.。.゚・*..*・.。.゚・*..*・.。.゚・*..*・.。.゚・

Dalam beberapa catatan, di Lang-8 aku menuliskan tentang yang seorang teman menikah laki-laki Indonesia. Beruntungnya, suaminya adalah pegawai neguri yang diberikan kesumpatan bersekolah S3 pemerintah Indonesia. Dan suaminya memilih Jepang sepaya memenuhi kerinduan tempat asal temanku.

Cerita-cerita orang Jepang juga bermacam-macam ada. Banyak yang carita baik, banyak juga cerita jelek. Mengkin ada arasan beberapa perempuan Jepang yang diiginkan tinggal di Indonesia, dan menentukan menikah laki-laki Indonesia. Alam Indonesia bagus, banyak kesenian menarik, kekayaan budaya yang bermacam-macam, orang-orang Indonesia ramah dengan linkugan tetangga yang silaturahmi, masakan Indonesia enak, kehidupan damai dan santai yang tidak menbebankan ketat waktu, dan sebagainya hal-hal yang tidak didapatkan di Jepang.

Menbacakan sebuah tulisan seorang yang belajar bahasa Indonesia di Lang-8, aku mengartikan bahawa memang hal-hal itu yang menginginkan.
http://lang-8.com/287483/journals/1026549/Pernikahan

Alasannya juga bukan hanya itu. Budaya Jepang berbeda dari budaya Indonesia. Beberapa perempuan yang pernah bertemu laki-laki Indonesia umumnya suka laki-laki Indonesia lebih. Laki-laki Indonesia sangat setia untuk pasangan, mau menbantukan istri pekerjaan rumah, dan paling penting yang tidak melakukan hal-hal tidak menyenangkan kepada istri, sepurti mabuk-mabukan atau pergi ke tempat cabul yang dilakukan banyak laki-laki Jepang kalau mendapatkan stress berat dari pekerjaan. Tidak menbicarakan betul atau salah, tapi hal budaya. Selain, tidak bisa menpersamakan umumnya pada semua orang Jepang atau orang Indonesia.

Padahal, beberapa dari purempuan Jepang menikah laki-laki Indonesia bertahan tidak lama tingal di Indonesia karuna banyak masarah ada. Memang beberapa tidak pikir benar-benar dan teraru cepat menentukan. Tidak pikir masalah economi, tidak pikir masalah karau akan pulang ke Japang, tidak pikir dengan kurang nyaman keadaan di Indonesia, seperti kerusuhan, banjir, jalan rusak, sulit toransportasi, makanan kurang hygienic. Untuk bicara jujur, memang di Jepang banyak rebi nyaman kehidupan daripada di Indonesia. Ada yang bisa tingal satu tahun, setera itu tidak bertahan dan pulang ke Jepang, ada yang menbawakan suaminya bertinggal ke Jepang, bahkan beberapa meninggalkan begitu saja suaminya. Walaupun juga, ada perempuan Jepang yang berusaha tetap tingal di Indonesia sampai bertahun-tahun dengan tekanan kehidupan di Indonesia. Bagaimanapun, akan banyak kerinduan kampung halaman di Jepang.

Perenpuan yang pikir masalah ekonomi dan keinginan kembali ke Jepang memilih menbawakan suaminya tingal di Jepang. Mereka mengangap sulit atau tidak mengkin kenbali ke Jepang dengan kerja mengempulkan uang karena gaji di Indonesia sangat rendah, sedangkan karau kembari ke Jepang perlu banyak uang untuk biaya kehidupan sehari-hari yang sangat mahal. Demikian yang tidak bertahan tinggal di Indonesia juga melakukan. Tapi, ternyata masalah lain banyak ada. Suami tidak mudah mendapatkang pekurjaan yang sesuai keinginan karena kurang bisa bahasa Jepang. Pekerjaan yang bisa seperti penjaga toko, pelayang resutoran, pekerja kasar, atau pekerjaan-pekerjaan lain yang tidak banyak mendapatkan uang. Memang awalnya istri bisa bertahan karena mencintai suaminya. Tapi lama-lama akan kurang sabar dan tidak bertahan lagi sampai akhirnya mengeluarkan suami dari rumah. Apa boleh buat, suami harus pulang ke Indonesia karena tidak ada tempat tinggal setera dikeluarkan.

Beberapa kisah bahagia juga ada. Karau suami pintar bahasa Jepang, bisa dapat pekerjaan bagus. Apalagi, karau suami adalah mahasiswa di universitas yang di Jepang. Walaupun orang asing, kesempatan bekerja bagus di Jepang banyak ada. Pekerjaan lain yang memunkingkan seperti pengusaha yang sukses di Indonesia. Tapi tidak semua perempuan Jepang yang mau menikah orang Indonesia punya kesempatan dapatkan suami seperti ini.

Perbedaan keadaan ekonomi Jepang dan Indonesia yang ekstreme menjadikan penyebab utama. Di sisi lain, perbedaan agama dan budaya juga bisa memasalahkan. Meskipun demikian, pernikahan tidak hanya karena ada cinta. Apakah bisa bahagia hanya dengan cinta? Semoga saja ekonomi di Indonesia cepat berubah dan pola pikir orang Indonesia bisa sesuai perkembangan zaman.