Pembicaraan buruh migran Indonesia

  •  
  • 366
  • 2
  • 3
  • Indonesian 
Aug 5, 2011 23:20
Kira-kira dalam dua bulan yang lalu, pembicaraan buruh migran Indonesia menjadi tema hangat. Menbacakan news dari Indonesia di internet, sepertinya banyak ada tampilan news menbicarakan buruh migran yang di headline atau news halaman di dalam website. Masalah utama penbicaraan adalah hukuman mati yang kepada beberapa buruh migran Indonesia di Arabu Saudi dan Malaysia. Dari kedua ini, paling banyak menbicarakan yang di Arabu Saudi karena sudah beberapa buruh migran dihukum mati caranya pancung kepala dan tidak dahulu menberitahukang kepada kedutaan besar Indonesia.

Banyak yang aku pikir hukuman tidak pantas menerima. Kebanyakan yang akan dan sudah menerima hukuman yaitu perempuan. Ada yang dihukum karena menbunuh majikan yang menperkosa, ada juga yang dihukum karena menbunuh untuk membela diri, dan hal yang aneh bahwa ada dihukum karena tuduhan saja walaupun tidak ada bukti yang jelas dan belum dibuktikan bertanggung jawab kesalahan.

Beberapa yang di Arab Saudi ada kesulitan dalam hal bahasa, sehingga waktu diadili banyak tidak mengerti kata-kata dan hanya bisa menerima ditetapkan hukuman pasrah saja. Seharusnya diberikan pengacara dan penerjemah mendampingi. Dalam hal ini, Indonesia memang sangat lambat melakukan aksi. Walaupun mengatakan tidak mau lagi kirim buruh ke Arabu Saudi, tetap saja mengirimkan dan tidak perbaikan. Yang dikirimkan juga kebanyakan penbantu rumah tangga yang kurang bisa bahasa Arab dengan rancar dan tidak ada pendidikan.

Untuk di Jepang, memang kepada buruh migran Indonesia menerima. Tapi, ada pendidikan dan diajarkan bahasa Jepang dahulu yang Jepang menginginkan. Pekerjaan buruh migran dari Indonesia umumnya perawat rumah sakit atau panti jompo dan pekerja magang di pabrik. Kalau di Jepang, buruh migran Indonesia hampir tidak menbuatkan masalah karena mereka baik, patuh, dan pekerja rajin. Orang Jepang sangat menerima orang Indonesia, tidak seperti yang di Arab Saudi.

Kembali untuk mesalah yang di Arab Saudi. Aku ada banyak rasa mengejutkan dari beburapa cerita buruh migran Indonesia. Dalam suatu news yang lain, ada tampilan mengejutkan tentang Darsem, seorang buruh migran Indonesia yang akan dihukum mati tapi bebas dari uang tebusan yang dibayar pemerintah Indonesia, setelah bebas mendapatkan uang sumbangan banyak dari orang Indonesia tapi menghamburkan uang sumbangan. Aku menbacakan dari website yang kedua aku melampirkan di catatan ini.

http://edition.cnn.com/2011/WORLD/asiapcf/07/15/indonesia.freed.maid/

http://www.detiknews.com/read/2011/08/05/171827/1697692/10/dapat-sumbangan-rp-12-m-darsem-kini-bak-toko-emas-berjalan?9911012

Orang Indonesia yang baik tentu menyumbang, dan pemerintah juga harus bertanggung jawab. Tapi karau sedah bebas, tidak boleh begitu seenak diri.