Pendidikan Indonesia lebih sulit daripada Jepang
- 1882
- 2
- 3
Selama tinggal di Indonesia, aku memperlihatkan kebiasaan pendidikan Indonesia. Tidak begitu beda kepada kebiasaan pendidikan Jepang, untuk urutan pendidikan formal adalah SD, SLTP, SMA, dan universitas. Begitu juga kepada siswa, kalau akan mengikut ujian masuk universitas, biasanya mengikut kepada bimbingan belajar. Walaupun juga, sekarang sedah mengembang yang mengikut bimbingan belajar adalah sampai kepada siswa seluruh kelas SLTP dan SMA, bahkan yang SD mengikut.
Meskipun juga, karau memperbedakan ada beberapa. Perajaran bahasa Inglis di Indonesia lain di Jepang kepada tingkat pendidikan. Di Indonesia, hampir semua SD belajar bahasa Ingris. Di Jepang, bahasa Ingris belajar di SMP. Perajaran pendidikan agama juga belajar di sekolah karau di Indonesia. Namun demikian, di Jepang tidak ada perajaran pendidikan agama.
Aku sudah memperlihatkan beberapa sekolah dan mengertikan curriculum pendidikan Indonesia. Dosen Universitas Indonesia yang memperbantukan dalam penyusunan dan perubahan curriculum pendidikan dasar dan tengah juga banyak ada. Dari yang aku memahami, sepertinya pendidikan Indonesia sangat rebi sulit daripada Jepang. Meskipun juga, beberapa dosen yang melakukan penelitian kepada sistem pendidikan Jepang dan membedakan sistem pendidikan Jepang dan Indonesia banyak ada.
Untuk mengertikan pelajaran eksakta yang berajar di sekolah, aku mendapatkan sama bantuan yang pemikiran mahasiswa fakultas teknik. Mahasiswa itu sekarang sudah lulus dari universitas, tapi membantukan waktu sedang kuliah. Dari itu, dia harus berajar istilah-istilah ilmu eksakta di bahasa Jepang yang mengajikan untuk membedakan curriculum Dia menganggapkan bahwa beberapa yang isi pelajaran di SMA Indonesia tidak berajar di SMA Jepang tapi di universitas.
Di Jepang, perajaran di universitas juga tidak sulit seperti di Indonesia. Karau ada mahasiswa International dari Indonesia di kelas, pasti yang mahasiswa itu paling tinggi mendapatkan nilai banyak perajaran. Untuk memasuk universitas, di Indonesia juga sangat lebih sulit sepertinya. Karau melihat statistic, peserta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) yang menggantikan nama menjadi Seleksi Penerimaan Masuk Baru (SPMB) yang meminat kepada ITB jumlahnya dibandingkan tempat diterima adalah 40 kali lebih banyak daripada Universitas Tokyo.
Dari memperlihat kenyataan, seharusnya Indonesia lebih baik daripada Jepang. Siswa-siswa Indonesia jauh lebih pintar ya. Demikian juga, pendidikan Indonesia kurang diperlihat sama orang asing. Kadang-kadang membingung sama orang asing yang tidak peduli karau seseorang punya ijazah dari Indonesia.
Meskipun juga, karau memperbedakan ada beberapa. Perajaran bahasa Inglis di Indonesia lain di Jepang kepada tingkat pendidikan. Di Indonesia, hampir semua SD belajar bahasa Ingris. Di Jepang, bahasa Ingris belajar di SMP. Perajaran pendidikan agama juga belajar di sekolah karau di Indonesia. Namun demikian, di Jepang tidak ada perajaran pendidikan agama.
Aku sudah memperlihatkan beberapa sekolah dan mengertikan curriculum pendidikan Indonesia. Dosen Universitas Indonesia yang memperbantukan dalam penyusunan dan perubahan curriculum pendidikan dasar dan tengah juga banyak ada. Dari yang aku memahami, sepertinya pendidikan Indonesia sangat rebi sulit daripada Jepang. Meskipun juga, beberapa dosen yang melakukan penelitian kepada sistem pendidikan Jepang dan membedakan sistem pendidikan Jepang dan Indonesia banyak ada.
Untuk mengertikan pelajaran eksakta yang berajar di sekolah, aku mendapatkan sama bantuan yang pemikiran mahasiswa fakultas teknik. Mahasiswa itu sekarang sudah lulus dari universitas, tapi membantukan waktu sedang kuliah. Dari itu, dia harus berajar istilah-istilah ilmu eksakta di bahasa Jepang yang mengajikan untuk membedakan curriculum Dia menganggapkan bahwa beberapa yang isi pelajaran di SMA Indonesia tidak berajar di SMA Jepang tapi di universitas.
Di Jepang, perajaran di universitas juga tidak sulit seperti di Indonesia. Karau ada mahasiswa International dari Indonesia di kelas, pasti yang mahasiswa itu paling tinggi mendapatkan nilai banyak perajaran. Untuk memasuk universitas, di Indonesia juga sangat lebih sulit sepertinya. Karau melihat statistic, peserta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) yang menggantikan nama menjadi Seleksi Penerimaan Masuk Baru (SPMB) yang meminat kepada ITB jumlahnya dibandingkan tempat diterima adalah 40 kali lebih banyak daripada Universitas Tokyo.
Dari memperlihat kenyataan, seharusnya Indonesia lebih baik daripada Jepang. Siswa-siswa Indonesia jauh lebih pintar ya. Demikian juga, pendidikan Indonesia kurang diperlihat sama orang asing. Kadang-kadang membingung sama orang asing yang tidak peduli karau seseorang punya ijazah dari Indonesia.

Selama tinggal di Indonesia, aku memperhatikan kebiasaan pendidikan Indonesia.
Tidak begitu berbeda dengan kebiasaan pendidikan Jepang, untuk urutan pendidikan formal adalah SD, SLTP, SMA, dan perguruan tinggi.
Begitu juga dengan pelajarnya, kalau akan mengikut ujian masuk universitas/perguruan tinggi, biasanya mengikut kepada bimbingan belajar.
Sekarang, tidak hanya pelajar yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi saja, pelajar SMP dan SMA, bahkan SD juga ikut bimbingan belajar.
Walaupun demikian, ada beberapa perbedaan antara pendidikan Indonesia dengan Jepang.
Pengajaran bahasa Inggris di Indonesia berbeda dengan Jepang kepada tingkat pendidikan.
Di Indonesia, hampir semua murid SD belajar bahasa Inggris.
Di Jepang, bahasa Inggris baru diajarkan di SMP.
Kalau di Indonesia, pendidikan agama juga diajarkan di sekolah.
Tapi, di Jepang tidak ada pelajaran pendidikan agama.
Aku sudah memperhatikan beberapa sekolah dan memahami kurikulum pendidikan Indonesia.
Dosen Universitas Indonesia yang membantu dalam penyusunan dan perubahan kurikulum pendidikan dasar dan menengah juga ada banyak.
Dari yang aku pahami, sepertinya pendidikan Indonesia sangat jauh lebih sulit daripada Jepang.
Meskipun demikian, beberapa dosen yang melakukan penelitian tentang sistem pendidikan Jepang dan membedakannya dengan sistem pendidikan Indonesia ada banyak.
Untuk memahami pelajaran eksakta yang diajar di sekolah, aku mendapatkan sama bantuan dari (seorang) mahasiswa Fakultas Teknik.
Mahasiswa itu sekarang sudah lulus dari universitas, tapi pernah membantu saya waktu masih kuliah.
Waktu itu, dia harus belajar istilah-istilah ilmu eksakta dalam bahasa Jepang yang dibaca (?) untuk membedakan kurikulum. Dia beranggapan bahwa beberapa materi pelajaran di SMA Indonesia tidak diajarkan di SMA Jepang, tapi diajarkan di universitas.
Di Jepang, materi kuliah juga tidak sulit seperti di Indonesia.
Kalau ada mahasiswa international dari Indonesia di kelas, pasti yang mahasiswa itu yang mendapatkan nilai paling tinggi dalam banyak pelajaran.
Untuk memasuki universitas, di Indonesia juga sepertinya jauh lebih sulit.
Kalau melihat statistik, peserta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) yang berganti nama menjadi Seleksi Penerimaan Masuk Baru (SPMB)*, perbandingan jumlah peminat ITB dengan jumlah calon mahasiswa yang akan diterima adalah 40 kali lebih banyak daripada Universitas Tokyo.
*Sekarang namanya menjadi "Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri" (SNMPTN)
Melihat kenyataan tersebut, seharusnya Indonesia lebih baik daripada Jepang.
Walaupun demikian, pendidikan Indonesia kurang dipandang sama orang asing.
Kadang-kadang membingung sama orang asing yang tidak peduli kalau seseorang punya ijazah dari Indonesia.
Pendidikan di Indonesia lebih sulit daripada di Jepang
Selama tinggal di Indonesia, aku memperlihatkan memperhatikan kebiasaan tata cara pendidikan di Indonesia.
Tidak begitu berbeda kepada dengan kebiasaan tata cara pendidikan di Jepang, untuk* urutan jenjang** pendidikan formal secara berurutan adalah SD, SLTP, SMA, dan universitas.
*ga perlu pakai kata untuk karena "jenjang" di klausa ini adalah subjek yang menjadi fokus untuk diterangkan.
**kata 'jenjang' lebih tepat digunakan untuk menyatakan 'level'.
Begitu juga kepada dengan siswa-siswanya, kalau akan mengikuti ujian masuk universitas, biasanya mereka mengikuti kepada bimbingan belajar terlebih dahulu.
Walaupun juga, Namun demikian, sekarang sudah mengembang menjadi kebiasaan bahwa siswa-siswa yang mengikuti bimbingan belajar adalah sampai kepada juga terdiri dari siswa-siswa seluruh kelas SLTP dan SMA, bahkan yang siswa SD juga mengikuti.
Meskipun juga demikian, karau memperbedakan (tetap) ada beberapa perbedaan.
Pelajaran bahasa Inggris di Indonesia lain diberikan pada tingkat pendidikan yang berbeda dengan di Jepang.
Di Indonesia, hampir semua SD mengajarkan belajar bahasa Inggris.
Dosen Universitas Indonesia yang memperbantukan terlibat dalam penyusunan dan perubahan curriculum kurikulum pendidikan dasar dan menengah juga ada banyak.
Dari yang aku pahami, sepertinya pendidikan di Indonesia sangat jauh lebih sulit daripada di Jepang.
??
saori mau bilang apa ya di sini?? sepertinya kalimatnya kurang bermakna untuk paragraf ini
Untuk mengertikan memahami materi pelajaran eksakta yang berajar diajarkan di sekolah, aku mendapatkan meminta* sama bantuan yang pemikiran** dari seorang mahasiswa fakultas teknik.
* くれる = mendapatkan
tapi dalam konteks ini diterjemahkan menjadi 'meminta'.
** 'pemikiran' tidak perlu ditulis karena sudah terimplikasi bahwa kamu membutuhkan seseorang dalam pemikirannya mengenai materi pelajaran eksakta.
Dari itu,* dia harus berajar istilah-istilah ilmu eksakta di dalam bahasa Jepang yang mengajikan** menjadi topik pelajaran untuk dapat membedakan curriculum kedua kurikulum tersebut. Dia menganggapkanberanggapan bahwa beberapa yang isi pelajaran di SMA Indonesia tidak berajar diajarkan di SMA Jepang tapi di universitas.***
* aku kurang mengerti maksudmu, apa yang kamu maksud di sini adalah それから ?
** dari kata dasar 'kaji'??
*** di sini, dari SMA kita-kita udah harus belajar integral lipat 3, persamaan matematis bangun datar (ellipse, circle, parabola, hyperbola, dll), konversi persamaan grafik linier ke persamaan trigonometri, penggambaran grafik trigonometri, penggunaan integral untuk menghitung luas dimensi dua dan volume dimensi tiga....fuiiih!!
Di Jepang, pelajaran di universitas juga tidak sulit seperti di Indonesia.
beberapa orang pernah bilang seperti ini juga. katanya "s3 di jepang lebih mudah daripada s1 di indonesia". kasian ya kita... (>.<)
Kadang-kadang, aku membingung sama mengapa orang asing tidak memandang kepada karau seseorang yang memegang punya ijazah dari Indonesia.
一方,医療学科に進学したい高校生は高校でまだ物理学を勉強しなければリません、そしてSPMBに物理学の試験を受けなければ成りません。実際に医療学は物理学と関係がありません。
インドネシアの高校生達は一定学科に進学したかったら、高校でその学科と関係がない科目を勉強しなければなりません。そしてSPMBにも進学したい学科と関係がない試験を受けなければなりません。
結局、例え進学したい学科に進学できても、その学生はその学科の基礎意識をあまりこなしません。その状況で卒業が出来ても、社会に学科に従ってあまり作業が出来ません。例え出来ても、その専門の上級が果たせません。
そういうことです。