Standar Sistem Penulisan (lanjutan)

  •  
  • 459
  • 3
  • 3
  • Indonesian 
Oct 11th 2010 08:34
Catatan ini lanjutan dari catatan sebelumnya yang pernah ditulis.
http://lang-8.com/99290/journals/549023/standar-sistem-penulisan
Catatan ini akan mendiskusi sistem penulisan yang berlaku secara internasional berlaku sebagai standar.

Aku masih bingung penulisan "zaman" atau "jaman", "standar" atau "standard".
Apakah beda "terjajah" dan "jajahan"?

*・.。.゚・*..*・.。.゚・*..
.゚・*..*・.。.゚・*..*・.。

Dibangdingkan aksara Yunani dan aksara Cyrillic yang juga luas digunakannya banyak belahan dunia, aksara Latin atau Roman telah diadopsi oleh banyak negara-negara Europa dari waktu yang lama sebelumnya di zaman dulu. Negara-negara luas menjajah seperti Inggris, Perancis, Spanyol, dan Belanda yang sudah mengadopsikan aksara Latin sebagai sistem penulisan memberikan pengaruh tidak hanya bahasa negara-negara jajahan tetapi tentu sistem penulisan. Sistem pelatinan (ubah kepada tulisan latin) dikenal nama "romanisasi". Inggris merakukan romanisasi kepada semua negara jajahannya, juga Purancis dan Belangda. Aksara China di Asia Tengara yang diadopsi di bahasa Vietnam telah digantikan aksara Latin oleh Perancis. Aksara Arab di Malaysia dilakukan romanisasi secara buni bahasa Ingglis dan yang di Indonesia romanisasi secara buni bahasa Belanda. Hal ini sehingga beberapa negara kehilangan aksara aslinya yang berganti Latin.

Untuk Jepang, romanisasi dimulai sejak ada hak istimewa pedagang Belanda di Jepang. Para missionary Belanda mengikut yang bertujuan mempersebarkan agama Kristen. Untuk menpelajari bahasa asli orang Jepang, missionary harus bisa menbacakan tulisan di bahasa Jepang tapi tidak bisa dengan aksara Jepang resmi asli kanji dan katakana. Orang Jepang yang belajar (scholar) yang mengerti aksara Latin mengajarkan kepada missionary menbacakan aksara Jepang dengan aksara itu. Dengan demikian, aksara Latin dikenalkan kepada orang Jepang oleh missionary Belanda yang mengikut pedagan.

Sejalan waktu, romanisasi Jepang mengikut kapada buni bahasa Portugis. Sedankan Indonesia dan Malaysia mengikut kepada buni bahasa Italia. Tapi tentu ada beberapa pengecualikan beberapa buni huruf dan kombinasi huruf seperti buni c, g, kh, ng akhir syllable dll di bahasa Indonesia. Untuk bahasa Jepang, buni "g" bahasa Jepang sama buni "g" bahasa Indonesia dan buni "ch" bahasa Jepang sama buni "ch" bahasa Indonesia. Hampir buni bahasa Jepang sama membaca bahasa Indonesia, tapi orang Jepang tidak bisa mengucapkan buni "l" dan "r" secara terbedakan. Ini yang membuatkan orang Jepang lebih mudah bahasa Indonesia daripada bahasa Inggris. Kalau orang Jepang tahu dan berpikir cara ini, pasti akan memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional daripada bahasa Ingglis.

http://lang-8.com/99290/journals/542206/Belajar-bahasa-yang-susah-mengucapkan