- Home
- Member
- saori
- saori's entries
- Standar Sistem Penulisan (lanjutan)
Standar Sistem Penulisan (lanjutan)
- 459
- 3
- 3
Catatan ini lanjutan dari catatan sebelumnya yang pernah ditulis.
http://lang-8.com/99290/journals/549023/standar-sistem-penulisan
Catatan ini akan mendiskusi sistem penulisan yang berlaku secara internasional berlaku sebagai standar.
Aku masih bingung penulisan "zaman" atau "jaman", "standar" atau "standard".
Apakah beda "terjajah" dan "jajahan"?
*・.。.゚・*..*・.。.゚・*..
.゚・*..*・.。.゚・*..*・.。
Dibangdingkan aksara Yunani dan aksara Cyrillic yang juga luas digunakannya banyak belahan dunia, aksara Latin atau Roman telah diadopsi oleh banyak negara-negara Europa dari waktu yang lama sebelumnya di zaman dulu. Negara-negara luas menjajah seperti Inggris, Perancis, Spanyol, dan Belanda yang sudah mengadopsikan aksara Latin sebagai sistem penulisan memberikan pengaruh tidak hanya bahasa negara-negara jajahan tetapi tentu sistem penulisan. Sistem pelatinan (ubah kepada tulisan latin) dikenal nama "romanisasi". Inggris merakukan romanisasi kepada semua negara jajahannya, juga Purancis dan Belangda. Aksara China di Asia Tengara yang diadopsi di bahasa Vietnam telah digantikan aksara Latin oleh Perancis. Aksara Arab di Malaysia dilakukan romanisasi secara buni bahasa Ingglis dan yang di Indonesia romanisasi secara buni bahasa Belanda. Hal ini sehingga beberapa negara kehilangan aksara aslinya yang berganti Latin.
Untuk Jepang, romanisasi dimulai sejak ada hak istimewa pedagang Belanda di Jepang. Para missionary Belanda mengikut yang bertujuan mempersebarkan agama Kristen. Untuk menpelajari bahasa asli orang Jepang, missionary harus bisa menbacakan tulisan di bahasa Jepang tapi tidak bisa dengan aksara Jepang resmi asli kanji dan katakana. Orang Jepang yang belajar (scholar) yang mengerti aksara Latin mengajarkan kepada missionary menbacakan aksara Jepang dengan aksara itu. Dengan demikian, aksara Latin dikenalkan kepada orang Jepang oleh missionary Belanda yang mengikut pedagan.
Sejalan waktu, romanisasi Jepang mengikut kapada buni bahasa Portugis. Sedankan Indonesia dan Malaysia mengikut kepada buni bahasa Italia. Tapi tentu ada beberapa pengecualikan beberapa buni huruf dan kombinasi huruf seperti buni c, g, kh, ng akhir syllable dll di bahasa Indonesia. Untuk bahasa Jepang, buni "g" bahasa Jepang sama buni "g" bahasa Indonesia dan buni "ch" bahasa Jepang sama buni "ch" bahasa Indonesia. Hampir buni bahasa Jepang sama membaca bahasa Indonesia, tapi orang Jepang tidak bisa mengucapkan buni "l" dan "r" secara terbedakan. Ini yang membuatkan orang Jepang lebih mudah bahasa Indonesia daripada bahasa Inggris. Kalau orang Jepang tahu dan berpikir cara ini, pasti akan memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional daripada bahasa Ingglis.
http://lang-8.com/99290/journals/542206/Belajar-bahasa-yang-susah-mengucapkan
http://lang-8.com/99290/journals/549023/standar-sistem-penulisan
Catatan ini akan mendiskusi sistem penulisan yang berlaku secara internasional berlaku sebagai standar.
Aku masih bingung penulisan "zaman" atau "jaman", "standar" atau "standard".
Apakah beda "terjajah" dan "jajahan"?
*・.。.゚・*..*・.。.゚・*..
.゚・*..*・.。.゚・*..*・.。
Dibangdingkan aksara Yunani dan aksara Cyrillic yang juga luas digunakannya banyak belahan dunia, aksara Latin atau Roman telah diadopsi oleh banyak negara-negara Europa dari waktu yang lama sebelumnya di zaman dulu. Negara-negara luas menjajah seperti Inggris, Perancis, Spanyol, dan Belanda yang sudah mengadopsikan aksara Latin sebagai sistem penulisan memberikan pengaruh tidak hanya bahasa negara-negara jajahan tetapi tentu sistem penulisan. Sistem pelatinan (ubah kepada tulisan latin) dikenal nama "romanisasi". Inggris merakukan romanisasi kepada semua negara jajahannya, juga Purancis dan Belangda. Aksara China di Asia Tengara yang diadopsi di bahasa Vietnam telah digantikan aksara Latin oleh Perancis. Aksara Arab di Malaysia dilakukan romanisasi secara buni bahasa Ingglis dan yang di Indonesia romanisasi secara buni bahasa Belanda. Hal ini sehingga beberapa negara kehilangan aksara aslinya yang berganti Latin.
Untuk Jepang, romanisasi dimulai sejak ada hak istimewa pedagang Belanda di Jepang. Para missionary Belanda mengikut yang bertujuan mempersebarkan agama Kristen. Untuk menpelajari bahasa asli orang Jepang, missionary harus bisa menbacakan tulisan di bahasa Jepang tapi tidak bisa dengan aksara Jepang resmi asli kanji dan katakana. Orang Jepang yang belajar (scholar) yang mengerti aksara Latin mengajarkan kepada missionary menbacakan aksara Jepang dengan aksara itu. Dengan demikian, aksara Latin dikenalkan kepada orang Jepang oleh missionary Belanda yang mengikut pedagan.
Sejalan waktu, romanisasi Jepang mengikut kapada buni bahasa Portugis. Sedankan Indonesia dan Malaysia mengikut kepada buni bahasa Italia. Tapi tentu ada beberapa pengecualikan beberapa buni huruf dan kombinasi huruf seperti buni c, g, kh, ng akhir syllable dll di bahasa Indonesia. Untuk bahasa Jepang, buni "g" bahasa Jepang sama buni "g" bahasa Indonesia dan buni "ch" bahasa Jepang sama buni "ch" bahasa Indonesia. Hampir buni bahasa Jepang sama membaca bahasa Indonesia, tapi orang Jepang tidak bisa mengucapkan buni "l" dan "r" secara terbedakan. Ini yang membuatkan orang Jepang lebih mudah bahasa Indonesia daripada bahasa Inggris. Kalau orang Jepang tahu dan berpikir cara ini, pasti akan memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional daripada bahasa Ingglis.
http://lang-8.com/99290/journals/542206/Belajar-bahasa-yang-susah-mengucapkan

Catatan ini akan mendiskusikan sistem penulisan yang berlaku secara internasional dan berlaku sebagai standar.
Aku masih bingung penulisan "zaman" atau "jaman", "standar" atau "standard". (setahu saya yang benar adalah "zaman" dan "standar")
Apakah beda "terjajah" dan "jajahan"? (fungsinya hampir sama, beda penggunaan, pada kata jajahan biasanya di sebutkan subyek "penjajah". Contoh: Indonesia adalah bekas jajahan Belanda. Indonesia terjajah selama 350 tahun.)
Negara-negara daerah jajahannya luas seperti Inggris, Perancis, Spanyol, dan Belanda yang sudah mengadopsikan aksara Latin sebagai sistem penulisan memberikan pengaruh tidak hanya bahasa negara-negara jajahan tetapi tentu sistem penulisan.
Sistem pelatinan (pengubahan menjadi tulisan latin) dikenal nama "romanisasi".
Inggris melakukan romanisasi kepada semua negara jajahannya, juga Perancis dan Belanda.
Para missionary Belanda yang ikut (pedagang), bertujuan mempersebarkan agama Kristen.
Untuk mempelajari bahasa asli orang Jepang, missionary harus bisa membacakan tulisan di bahasa Jepang, tapi mereka tidak bisa membaca aksara Jepang asli resmi, yaitu kanji dan katakana.
Pelajar (atau Orang terpelajar) Jepang (scholar) yang mengerti aksara Latin mengajarkan kepada para missionary cara membacakan aksara Jepang.
Dengan demikian, aksara Latin dikenalkan kepada orang Jepang oleh missionary Belanda yang mengikuti pedagang.
Sejalan waktu, romanisasi Jepang mengikut kepada buni bahasa Portugis.
Sedangkan Indonesia dan Malaysia mengikut kepada buni bahasa Italia.
Tapi tentu ada beberapa pengecualian beberapa buni huruf dan kombinasi huruf seperti buni c, g, kh, ng akhir syllable dll di bahasa Indonesia.
Ini yang membuatkan orang Jepang lebih mudah bahasa Indonesia daripada bahasa Inggris.
Di Jawa kami juga mengenal Aksara Jawa, biasa kami sebut "honocoroko" bentuknya mirip huruf India dan Thailand. Tetapi bahkan saya sendiri sudah tidak bisa membacanya. Pelajaran Bahasa Daerah sangat kurang dalam mengajarkannya. Hanya Ibu dan kakek-nenek saya yang masih lancar membaca tulisan ber-aksara jawa.
Anak-anak sekarang bahkan tidak mengerti huruf-huruf dalam Aksara Jawa ini. Mungkin jika Saori-san berkunjung ke Jogja dan Solo, setiap nama Jalan di sana diberi tambahan tulisan Aksara Jawa.
Dibangdingkan aksara Yunani dan aksara Cyrillic yang juga luas dan banyak digunakan di belahan dunia, aksara Latin atau Roman telah diadopsi oleh banyak negara-negara Europa dari waktu yang lama sebelumnya di zaman dulu.
Negara-negara yang banyak menjajah seperti Inggris, Perancis, Spanyol, dan Belanda yang sudah mengadopsikan aksara Latin sebagai sistem penulisan memberikan pengaruh tidak hanya bahasa negara-negara jajahan tetapi tentu sistem penulisan.
Sistem pelatinan (pengubahan menjadi tulisan latin) dikenal dengan nama "romanisasi".
Aksara China di Asia Tengara yang diadopsi di bahasa Vietnam telah diganti menjadi aksara Latin oleh Perancis.
Aksara Arab di Malaysia dilakukan romanisasi secara buni bahasa Inggris dan yang di Indonesia romanisasi secara buni bahasa Belanda.
Hal ini menyebabkan beberapa negara kehilangan aksara aslinya yang berganti Latin.
Para utusan Belanda datang dengan tujuan menyebarkan agama Kristen.
Untuk menpelajari bahasa asli orang Jepang, utusan harus bisa membacakan tulisan di bahasa Jepang tapi mereka tidak bisa aksara Jepang resmi asli seperti kanji dan katakana.
Pelajar Jepang (scholar) yang mengerti aksara Latin mengajarkan kepada utusan cara menbacakan aksara Jepang dengan aksara itu.
Dengan demikian, aksara Latin dikenalkan kepada orang Jepang oleh utusan Belanda yang ikut dengan pedagang.
Seiring berjalannya waktu, romanisasi Jepang mengikuti bunyi bahasa Portugis.
Sedangkan Indonesia dan Malaysia mengikuti bunyi bahasa Italia.
Tapi tentu ada beberapa pengecualian beberapa bunyi huruf dan kombinasi huruf seperti bunyi c, g, kh, ng, dll pada akhir suku kata di bahasa Indonesia.
Untuk bahasa Jepang, bunyi "g" pada bahasa Jepang sama dengan bunyi "g" pada bahasa Indonesia dan bunyi "ch" pada bahasa Jepang sama dengan bunyi "ch" pada bahasa Indonesia.
Hampir semua bunyi pada bahasa Jepang sama cara membacanya dengan bahasa Indonesia, tapi orang Jepang tidak bisa mengucapkan bunyi "l" dan "r" secara berbeda.
Ini yang membuatkan orang Jepang lebih mudah belajar bahasa Indonesia daripada bahasa Inggris.
Kalau orang Jepang tahu dan berpikir cara ini, pasti akan memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional daripada bahasa Inggris.
http://lang-8.com/99290/journals/542206/Belajar-bahasa-yang-susah-diucapkan
つ dan す, soalnya kelihatan sama bagi saya waktu kedua bunyi itu diucapkan...Apalagi orang jepang ngomongnya cepat banget!(>.<)
Dalam Bahasa Jepang, aku tidak bisa membedakan pengucapan bunyi "s" dan "z", karena dalam Bahasa Indonesia pengucapannya sama.
Catatan ini akan mendiskusi sistem penulisan yang berlaku secara internasional berlaku sebagai standarisasi.
Aku masih bingung terhadap penulisan "zaman" atau "jaman", "standar" atau "standard".
Apakah perbedaan "terjajah" dan "jajahan"?
Para missionaris Belanda yang ikut juga mempunyai tujuan untuk menyebarkan agama Kristen.