- Home
- Member
- saori
- saori's entries
- Tata bahasa "memper-" dan "diper-"
Tata bahasa "memper-" dan "diper-"
- 554
- 0
- 2
Aku melupakan banyak bahasa Indonesia yang juga tata bahasanya. baru akhir ini menemukan kenbali kata-kata yang awalan memper-/diper- dan dengan atau dengan tidak akhiran -kan. sulit sekali karena tidak belajar sudah lama. /(-_-)\
Aku sudah mengertikan yang awalan "di-" adalah bentuk pasif kata kerja dari bentuk aktif "me-"
mempertanggungjawabkan/dipertanggungjawabkan
memperbantukan/diperbantukan
memperbuat/diperbuat
melalui context karimatnya yang aku memahami berikut.
"Orang-orang yang dituding sebagai penjahat perang tersebut diseret ke mahkamah Internasional untuk diadili dan mempertanggungjawabkan perbuatannya."
mempertanggungjawabkan = sama seperti bertanggungjawab??
"Para staf bagian pemeliharaan juga ikut diperbantukan pada pekerjaan di bagian elektrikal."
diperbantukan = sama seperti membantu?
"Kesalahan kecil yang diperbuat olehnya berakibat musibah besar pada rekan-rekannya."
diperbuat = dibuat?
terus, bagaimana cara mau menbedakan yang tidak digunakan per- setelah me- atau di- ? Tolong ajarkan aku ya. Terima kasih. \(^^,)/
Aku sudah mengertikan yang awalan "di-" adalah bentuk pasif kata kerja dari bentuk aktif "me-"
mempertanggungjawabkan/dipertanggungjawabkan
memperbantukan/diperbantukan
memperbuat/diperbuat
melalui context karimatnya yang aku memahami berikut.
"Orang-orang yang dituding sebagai penjahat perang tersebut diseret ke mahkamah Internasional untuk diadili dan mempertanggungjawabkan perbuatannya."
mempertanggungjawabkan = sama seperti bertanggungjawab??
"Para staf bagian pemeliharaan juga ikut diperbantukan pada pekerjaan di bagian elektrikal."
diperbantukan = sama seperti membantu?
"Kesalahan kecil yang diperbuat olehnya berakibat musibah besar pada rekan-rekannya."
diperbuat = dibuat?
terus, bagaimana cara mau menbedakan yang tidak digunakan per- setelah me- atau di- ? Tolong ajarkan aku ya. Terima kasih. \(^^,)/

Aku melupakan banyak bahasa Indonesia yang dan juga tata bahasanya.
baru akhir-akhir ini menemukan kembali kata-kata yang berawalan memper-/diper- dan dengan atau dengan tidak akhiran -kan.
sulit sekali karena sudah lama tidak belajar
Aku sudah mengertikan yang awalan "di-" adalah bentuk pasif kata kerja dari bentuk aktif "me-"
melalui context (konteks) kalimatnya yang aku pahami berikut.
terus, bagaimana cara mau membedakan yang tidak digunakan per- setelah me- atau di- ?
JENIS IMBUHAN :
Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi:
1. Imbuhan sederhana; hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran.
1. Awalan: me-, ber-, di-, ter-, ke-, pe-, per-, dan se-
2. Akhiran: -kan, -an, -i, -lah, dan -nya
2. Imbuhan gabungan; gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran.
1. ber-an dan ber-i
2. di-kan dan di-i
3. diper-kan dan diper-i
4. ke-an dan ke-i
5. me-kan dan me-i
6. memper-kan dan memper-i
7. pe-an dan pe-i
8. per-an dan per-i
9. se-nya
10. ter-kan dan ter-i
3. Imbuhan spesifik; digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing).
1. Akhiran: -man, -wan, -wati, dan -ita.
2. Sisipan: -in-,-em-, -el-, dan -er-.
AWALAN me- :
Pembentukan dengan awalan me- memiliki aturan sebagai berikut:
1. tetap, jika huruf pertama kata dasar adalah l, m, n, q, r, atau w.
Contoh: me- + luluh → meluluh, me- + makan → memakan.
2. me- → mem-, jika huruf pertama kata dasar adalah b, f, p*, atau v. Contoh: me- + baca → membaca, me- + pukul → memukul*, me- + vonis → memvonis, me- + fasilitas + i → memfasilitasi.
3. me- → men-, jika huruf pertama kata dasar adalah c, d, j, atau t*. Contoh: me- + datang → mendatang, me- + tiup → meniup*.
4. me- → meng-, jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal, k*, g, h. Contoh: me- + kikis → mengikis*, me- + gotong → menggotong, me- + hias → menghias.
5. me- → menge-, jika kata dasar hanya satu suku kata. Contoh: me- + bom → mengebom, me- + tik → mengetik, me- + klik → mengeklik.
6. me- → meny-, jika huruf pertama adalah s*. Contoh: me- + sapu → menyapu*.
Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus:
1. Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal. Contoh: me- + tipu → menipu, me- + sapu → menyapu, me- + kira → mengira.
2. Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan. Contoh: me- + klarifikasi → mengklarifikasi.
3. Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara sempurna. Contoh: me- + konversi → mengkonversi.
kalau ada yang kurang dimengerti silahkan bertanya^^
Aku melupakan banyak kata dan tata bahasa Indonesia.
Akhir-akhir ini, saya menemukan kembali kata-kata yang berawalan memper-/diper- dan dengan atau dengan tidak tanpa akhiran -kan.
Aku sudah mengertikan yang bahwa awalan "di-" adalah bentuk pasif kata kerja dari bentuk aktif "me-"
Melalui konteks kalimatnya, berikut ini yang aku pahami:
"Orang-orang yang dituding sebagai penjahat perang tersebut diseret ke Mahkamah Internasional untuk diadili dan mempertanggungjawabkan perbuatannya."
Apakah "mempertanggungjawabkan" sama seperti "bertanggung jawab --> (ini ditulis terpisah)"??
Apakah "diperbantukan" sama seperti "membantu"?
Apakah "diperbuat" sama dengan "dibuat"?
Terus/Lalu, bagaimana cara mau membedakan kata yang tidak perlu menggunakan per- setelah imbuhan me- atau di- ?
Tolong ajari aku ya.