<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel>
    <title>Lang-8 : saori's Latest Journal Entries</title>
    <link>http://www.lang-8.com/99290/journals/rss</link>
    <description>saori's latest journal entries</description>
    <copyright>Lang-8 Inc.</copyright>
    <pubDate>Fri May 24 04:26:41 UTC 2013</pubDate>
    <lastBuildDate>Fri May 24 04:26:41 UTC 2013</lastBuildDate>
    <generator>Lang-8</generator>
    <docs>http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss</docs>
    <webMaster>Lang-8</webMaster>
    
    <item>
    <title>saori : Adakah sesuatu yang bisa membuat dia hidup kembali? (1)</title>
      <description><![CDATA[

Aku mengejutkan sekali ketika mendengarkan kabar dari seseorang. Sebelumnya aku kurang meyakinkan karena mungkin kesalahan. Tapi, yang hal ini benar-benar. Seorang teman yang baik hati meninggal dunia dan telah memakamkan sudah lama. Aku mengagetkan dan semua teman juga sedih sama dia. Teman-teman berharap dia tidak meninggal dan masih belum percayakan sama hal itu. Karau bisa mengingingkan supaya dia hidup kembali. Adakah sesuatu yang bisa membuat dia hidup kembali?<br /><br />Aku ingin dia tidak pergi terlalu cepat. Dia orang baik, mencintai pelajaran-pelajaran ilmiah, dan selalu mengajarkan hal-hal baik. Semoga dia mendapatkan hal-hal baik di kehidupan setelahnya karena kebaikannya dan perhatiannya sama orang lain.
<br /><br />Posted at Tue Nov 20 06:41:50 UTC 2012<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1788736</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1788736</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Tue Nov 20 06:41:50 UTC 2012</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin (2)</title>
      <description><![CDATA[

Aku tidak begitu ada waktu menbukakan Lang-8, jadi tidak begitu ada kesempatan meneliskan catatan. Waraupun sudah lewat satu minggu, aku mau mengucapkan sama teman-teman selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan batin.<br /><br />Terima kasih sama teman-teman yang menberikan komentar dan penbetulan sama catatan-catatanku. Karau ada waktu aku akan meneliskan lagi catatan.
<br /><br />Posted at Mon Aug 27 09:00:35 UTC 2012<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1646468</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1646468</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Mon Aug 27 09:00:35 UTC 2012</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Krisis Kedelai di Indonesia (0)</title>
      <description><![CDATA[

Bagi orang Indonesia, makan tahu dan tempe adalah yang hal dilakukan setiap hari. Aku juga menyaksikan yang tentang hal ini waktu tinggal di Indonesia. Tapi akhir ini, aku mengejutkan karena mendengarkan kabar karau kedelai menaik harga sehingga pembuat tahu dan tempe tidak mau produksi, bahkan menbuang tahu dan tempe yang sudah terbuat ke jalanan dan membakar. Yang hal ini adalah dilakukannya untuk protes kepada pemerintah untuk menurun harga kedelai kembali.<br /><br />Aku mengherankan Indonesia sebagai negara pertanian yang ada seperti kejadian ini. Padahal, tanah Indonesia sangat cocok sebagai penumbuh kacang-kacangan daripada padi-padian. Mengkin, petani Indonesia menganggapkan yang karau menanamkan padi-padi bisa mendapatkan rebi besar keuntungan. Karena sedikit yang mau menanam kedelai, yang untuk memenuh sama kebutuhan harus dari import.<br /><br />Meskipun juga, yang hal mengherankan sama orang Jepang karau mendengarkan kabar ini. Padahal orang Jepang mengenalkan sama tempe dari orang Indonesia, maka orang Jepang memikirkan Indonesia bahwa kedelai sangat melimpah ada. Orang Indonesia yang mengenalkan tempe adalah Rustono. Orang Jepang yang suka tempe pasti mengetahu sama Rustono karena dia memang sangat terkenal. Kebenaran ini juga mengaitkan sama budaya. Perajaran waktu kuliah di Indonesia ada yang mengaitkan sama sosio-cultural dari pengaruh letak geographis, misalnya mengapa orang Jepang makan pokok adalah nasi. Ternyata, kedelai lebih tepat menumbuh di tempat yang iklim tropic daripada subtropic. Meskipun juga, orang Jepang suka makan tahu yang terbuat dari kedelai. Kesamaannya adalah yang untuk memenuhi kebutuhan protein, orang Jepang dan orang Indonesia sama-sama memilih kedelai karena harganya lebi murah. Akan tetapi, kedelai selalu tersedia di Jepang walaupun tidak sama subur untuk kecang-kacangan seperti di Indonesia.
<br /><br />Posted at Fri Aug 03 13:26:38 UTC 2012<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1609972</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1609972</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Fri Aug 03 13:26:38 UTC 2012</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Pemilihan gubernur Jakarta (0)</title>
      <description><![CDATA[

<img alt="55ecc6c6f4374c8b69e30a149b3bd7c145c0f024" src="http://image.lang-8.com/w120_h120/55ecc6c6f4374c8b69e30a149b3bd7c145c0f024.jpg" /><br />

Pemilihan gubernur Jakarta adalah berita yang menarik ya. Tidak hanya di Jakarta, tapi juga seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia itu adalah berita yang menarik. Bagaimanapun, Jakarta adalah ibu kota Indonesia yang hal itu menjadikan daya sorot bagi seluruh dunia untuk mengetahui beritanya. Perkembangan situasi sosial, ekonomi, dan politik Indonesia pasti sangat erat mengaitkan kepada perkembangan situasi yang di Jakarta. Begitulah kenapa seluruh dunia mempedulikan Jakarta benar-benar, termasuk pemilihan gubernurnya. Dalam hal ini, demokrasi di Indonesia perlu di contoh oleh negara lain termasuk Jepang.<br /><br />Termasuk juga Jepang yang menjalinkan hubungan ekonomi dalam dagang dan industri kepada Indonesia. Indonesia merepakan pasar yang tempat menjual salah satu paling besar produk industri Jepang di dunia. Salah satu upaya Jepang supaya membuatkan barang-barang industrinya menjadi suka di pasar Indonesia adalah melakukan pengentasan kemiskinan. Semakin banyak orang yang penghasilan cukup, semakin mempunyai daya beli. Demikian, menjadikan banyak orang mampu menbelikan produk-produk elektronik yang banyak dari Jepang menjualkan di Indonesia. Inilah yang salah satu alasan untuk mengartikan keadaan di Jakarta yang sebagai pusat ekonomi dan bisnis.<br /><br />Penduduk Jakarta yang miskin masih banyak sekali ada. Ini yang melihat berdasarkan data pendapatan per kapita. Di Jakarta, memang banyak shopping mal dan tempat-tempat hiburan untuk penduduk yang penghasilan menengah. Walaupun juga, tetap paling banyak ada adalah orang-orang miskin. Masalah kesehatan dan kebersihan juga menjadikan masalah yang diperhatikan. Banyak penduduk Jakarta tinggal di bantaran sungai yang sangat kotor dan tidak sehat.<br /><br />Dari masalah yang banyak ada, Jakarta perlu mempunyai gubernur yang bagus. Aku meminta pendapat dari teman-teman mengenai masalah pemilihan gubernur Jakarta. Siapakah calon gubernur dan calon wakil gubernur yang teman-teman memilih?
<br /><br />Posted at Sat Jul 14 13:48:33 UTC 2012<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1579435</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1579435</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sat Jul 14 13:48:33 UTC 2012</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Pendidikan Indonesia lebih sulit daripada Jepang (2)</title>
      <description><![CDATA[

Selama tinggal di Indonesia, aku memperlihatkan kebiasaan pendidikan Indonesia. Tidak begitu beda kepada kebiasaan pendidikan Jepang, untuk urutan pendidikan formal adalah SD, SLTP, SMA, dan universitas. Begitu juga kepada siswa, kalau akan mengikut ujian masuk universitas, biasanya mengikut kepada bimbingan belajar. Walaupun juga, sekarang sedah mengembang yang mengikut bimbingan belajar adalah sampai kepada siswa seluruh kelas SLTP dan SMA, bahkan yang SD mengikut.<br /><br />Meskipun juga, karau memperbedakan ada beberapa. Perajaran bahasa Inglis di Indonesia lain di Jepang kepada tingkat pendidikan. Di Indonesia, hampir semua SD belajar bahasa Ingris. Di Jepang, bahasa Ingris belajar di SMP. Perajaran pendidikan agama juga belajar di sekolah karau di Indonesia. Namun demikian, di Jepang tidak ada perajaran pendidikan agama.<br /><br />Aku sudah memperlihatkan beberapa sekolah dan mengertikan curriculum pendidikan Indonesia. Dosen Universitas Indonesia yang memperbantukan dalam penyusunan dan perubahan curriculum pendidikan dasar dan tengah juga banyak ada. Dari yang aku memahami, sepertinya pendidikan Indonesia sangat rebi sulit daripada Jepang. Meskipun juga, beberapa dosen yang melakukan penelitian kepada sistem pendidikan Jepang dan membedakan sistem pendidikan Jepang dan Indonesia banyak ada.<br /><br />Untuk mengertikan pelajaran eksakta yang berajar di sekolah, aku mendapatkan sama bantuan yang pemikiran mahasiswa fakultas teknik. Mahasiswa itu sekarang sudah lulus dari universitas, tapi membantukan waktu sedang kuliah. Dari itu, dia harus berajar istilah-istilah ilmu eksakta di bahasa Jepang yang mengajikan untuk membedakan curriculum Dia menganggapkan bahwa beberapa yang isi pelajaran di SMA Indonesia tidak berajar di SMA Jepang tapi di universitas.<br /><br />Di Jepang, perajaran di universitas juga tidak sulit seperti di Indonesia. Karau ada mahasiswa International dari Indonesia di kelas, pasti yang mahasiswa itu paling tinggi mendapatkan nilai banyak perajaran. Untuk memasuk universitas, di Indonesia juga sangat lebih sulit sepertinya. Karau melihat statistic, peserta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) yang menggantikan nama menjadi Seleksi Penerimaan Masuk Baru (SPMB) yang meminat kepada ITB jumlahnya dibandingkan tempat diterima adalah 40 kali lebih banyak daripada Universitas Tokyo.<br /><br />Dari memperlihat kenyataan, seharusnya Indonesia lebih baik daripada Jepang. Siswa-siswa Indonesia jauh lebih pintar ya. Demikian juga, pendidikan Indonesia kurang diperlihat sama orang asing. Kadang-kadang membingung sama orang asing yang tidak peduli karau seseorang punya ijazah dari Indonesia.
<br /><br />Posted at Sun Jun 03 12:00:08 UTC 2012<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1510442</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1510442</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sun Jun 03 12:00:08 UTC 2012</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Membingungkan kata dasar "pinjam" (1)</title>
      <description><![CDATA[

Kata dasar "pinjam" karau menjadikan kata kerja aktif adalah "meminjamkan", tapi aku membingungkan sama menggunakan kata ini. Aku pernah salah menentukan kepemilikan benda yang meminjamkan. Misalnya kalau kalimat ini:<br /><br />"Aku meminjamkan baju batik dari Tomoko untuk event pertunjukan budaya Indonesia."<br /><br />Yang punya baju adalah Tomoko, apakah membedakan karau menuliskan "meminjamkan" dan "meminjam"? Padahal menurut kalimat yang penggunaan kata kerja imbuhan yang benar, aku masih menbingungkan. /(-_-)\<br /><br />Tolong bantukan aku penjelasan ya.<br />Terima kasih.
<br /><br />Posted at Sat May 26 09:42:57 UTC 2012<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1496437</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1496437</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sat May 26 09:42:57 UTC 2012</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Ratusan hal untuk dikagumi dan ratusan hal untuk dikasihani (1)</title>
      <description><![CDATA[

Catatan ini untuk seseorang yang aku sangat mengagumi supaya dia menyadari sangat berharga dirinya.<br /><br />*･..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*･..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･<br /><br />Mengkin banyak orang melakukan pendapat tidak bertanggung jawab karau hampir perempuan mencintai laki-laki karena diawali perasaan kasihan. Bahkan data tanpa penelitian sedah bilang karau 85% perempuan seperti itu. Walaupun juga, kamu dirimu mengingingkan perempuan yang mencintaimu karena kagum bukan kasihan. Bagaimanapun, kamu tetap punya untuk itu semua. Dalam dirimu, hal-hal untuk dikagumi dan hal-hal untuk dikasihani oleh perempuan ratusan ada.<br /><br />Coba lihat dirimu sekarang, kamu ilmuwan, peneliti, insinyur, guru, motivator, penulis, apapun bisa kamu lakukan menjadi. Tapi kamu juga seorang penyedih. Oleh karena, aku tuliskan daftar untuk kamu menbaca.<br /><br /><br />Hal-hal untuk dikagumi:<br />tampan<br />pintar<br />bijaksana<br />rajin<br />bertanggung jawab<br />berusaha keras<br />berjuang selalu<br />beratur<br />tidak menyerah mudah<br />produktif<br />membelanjakan uang selektif<br />mengerti karakter orang cepat<br />berencana banyak<br />memikirkan resiko<br />melindungi teman<br />menbantukan orang<br />memotivasi orang<br />mencintai teman<br />..... dan lain-lain<br /><br />Hal-hal untuk dikasihani:<br />penyedih<br />penyendiri<br />pelamun<br />sakit dengan mudah<br />butuh tempat curhat<br />..... apapun itu... pasti lebih banyak hal dari dirimu untuk dikagumi daripada dikasihani
<br /><br />Posted at Sat Dec 31 15:44:46 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1247583</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1247583</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sat Dec 31 15:44:46 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori :  Jangan bicarakan bagaimana dia meninggal! Bicarakan bagaimana dia hidup! -- Aku Tidak Akan Membiarkan Orang-Orang Jepang itu Menjajah Kami Lagi (1)</title>
      <description><![CDATA[

Catatan ini meneliskan bukan kepada orang yang sedah meninggal tapi orang masih hidup yang mengirakan sudah meninggal.<br /><br />*･..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*･..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･<br /><br />"Aku tidak akan menbiarkan orang-orang Japang itu menjajah kami lagi" adalah kata-kata yang menbuatkan aku menjadi sakit hati tapi malu sebagai orang Jepang. Inilah kata-kata yang masih aku mendengarkan sampai sekarang karau berchatting di internet, dari waktu kuliah sedah mengatakan. Teman yang bilang ini memang ada banyak tidak suka sama kebijakan Jepang dalam perdagangang di Indonesia. Sekarang dia bekerja menjadi pegawai negeri dalam bidang pengolahan pertambangan.<br /><br />Orang-orang Jepang memang banyak tidak tahu dari mana kekayaan yang mereka ada. Padahal orang-orang Jepang termasuk yang paling kaya di dunia. Cara hidup orang Jepang sangat konsumtif. Karau membelikan mobil pakai mencicil, setera cicilan selesai disingkirkan dan membelikan mobil baru yang juga pakai mencicil. Kalau apa-apa bosan, hanya mengeluarkan dari rumah termasuk pacar atau suami.<br /><br />Pemerintah Jepang secara politik menbentuk kerjasama pemerintah Indonesia yang menguntungkan Jepang banyak dalam sepihak, sehingga para pengusaha Jepang diberikan pengusaan pasar bahkan sistem kapitalisme bersama-sama pengusaha Asia seperti China dan Korea untuk pasar. Pemerintah Jepang juga tahu kelemahan orang Indonesia dalam hal pengetahuan. Karau diiming-iming teknologi dan pembangunan, pemerintah Indonesia menerima dengan terbuka tanpa kajian. Padahal, tujuannya adalah sepaya Indonesia menerus-menerus dalam ketergantungan kepada Jepang.<br /><br />Memang aku sedah tahu sejak lama bahwa orang Jepang sangat konsumtif. Untuk itu mereka harus mencarikan kekayaan dari negara-negara berkembang seperti Indonesia. Banyak penbicaraan dengan teman ini yang menbuatkan aku sakit hati dan malu sebagai orang Jepang. Dalam suatu (sebuah?) penbicaraan, teman ini mengatakan bahwa Indonesia menbayarkan dengan uang dan aluminum kepada Jepang untuk sebuah kepulan polusi asap carbon dioxide. Ini ternyata tentang pabrik aluminum yang tempat di daerah Asahan. Jepang menerima bauxite yang bijih aluminum untuk mengubah menjadi alumina (??), lalu alumina import kembali ke Indonesia dengan harga sangat lebih mahal, seteranya mengubah menjadi aluminum dan sebagian besar diexport ke Jepang sebagai perjanjian saham. Dari prosesnya kepulan asap carbon dioxide banyak ada. Memang kebutuhan aluminum Jepang hampir seluruh adalah yang dari Indonesia.<br /><br />"Kalau aku menguasa kebijakan industri Indonesia, aku pasti akan mencabut izin orang-orang Jepang itu dan mereka pasti akan jadi miskin waktu tidak terpenuhi kebutuhan aluminumnya", karau dia bicara seperti ini aku pantas menyakit hati sebagai orang Jepang. Tapi kalau pikir, banyak kemiskinan di Indonesia akibat orang-orang Jepang menguasa pasar dan seinginnya menbuatkan ketergantungan kepada mereka, aku menjadi sangat malu sebagai orang Jepang. <br /><br />Hampir pengusaha yang menpunyai perusahaan berdiri di Indonesia banyak negosiasi tidak menguntungkan pihak Indonesia. Bahkan beberapa ada yang negosiasi dengan pemerintah Indonesia disertakan pemberian gratifikasi untuk melancar.<br /><br />Banyak orang-orang Indonesia berajar bahasa Jepang karena suka budaya tradisional dan juga budaya populer Jepang. Banyak juga yang berajar karena suka teknologi Jepang. Sementara teman ini belajar bahasa Jepang untuk bisa bersekolah di sana dan bernegosiasi dengan orang Jepang, bukan karena suka Jepang tapi karena mencintai Indonesia. Aku senang memiliki teman seperti itu, walaupun juga sering sakit hati dengan pernyataannya.<br /><br />Bersambung ke catatan berikutnya
<br /><br />Posted at Sat Dec 31 15:00:37 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1247490</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1247490</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sat Dec 31 15:00:37 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Jangan bicarakan bagaimana dia meninggal! Bicarakan bagaimana dia hidup! -- Handphonemu Seperti Botol Air Minum (3)</title>
      <description><![CDATA[

Catatan ini meneliskan bukan kepada orang yang sedah meninggal tapi orang masih hidup yang mengirakan sudah meninggal.<br /><br />*･..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*･..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･<br /><br />Ini waktu masih berkuliah di universitas. Penampilang teman ini sangat sederhana. Sehari-harinya mendatangkan kampus dengan baju kemeja dan celana bahan yang sebagian besar dibelinya waktu masih SMP dan SMA. Bukan tidak memperhatikan penampilang, tapi memikirkan untuk hemat. Teman ini memang selalu bijaksana dalam beberapa hal.<br /><br />Waktu berkuliah tingkat 2, handphonenya juga adalah NOKIA 3315 (bukan mengiklan ya!). Karau teman-teman bertanya, dia bilang "ini dari kakak. Sebelumnya handphoneku adalah NOKIA seri lama yang sangat besar". Teman-teman selalu mengatakan "oh! yang seperti botol air minum itu". Waktu tingkat 3 (mengkin sampai sekarang), handphonenya adalah NOKIA 7250. Karau teman-teman bertanya, jawabannya "handphone ini dari adik, aku hanya sekali seumur hidup membeli handphone dan handphone-handphone lainnya mengasih dari orang lain".<br /><br />Teman-teman mengatakan tidak mengikut trend atau tidak peduli penampilan, bahkan ada bilang handphone itu menunjukkan kepribadian. Kenapa tidak memiliki handphone yang bagus grafik dan bisa GPRS, internet dan memotret foto. Bagaimana menbandingkan kebijaksanaan karau seperti itu? Dia tidak punya alasan apapun, hanya saja ada yang diperhatikan karau kegunaan segala sesuatu barang. Menurutnya kegunaan handphone bukanlah untuk menyenangkan mata melihat tanpiran dari grafik bagus, bukan untuk memotret foto, dan tidak perlu internet dan GPRS. Selama bisa menelepon dan mengirimkan SMS sudah cukup. Anggapnya segala sesuatu harus dimiliki sesuai kebutuhan dan jangan hanya mengikut trend karena tidak menberikan nilai tambah. Apapun kalau digunakan dasarnya adalah kebutuhan, hanya bagaimana kita bisa menbatasi kebutuhan kita. Karau tidak dibatasi, kebutuhan tidak pernah selesai karena manusia tidak pernah puas.<br /><br />Dia pernah bilang "karau mau memotret foto, pakai kamera digital karena kualitas foto lebih bagus! Yang dibutuhkan adalah sifat mobile. Karau kamera digital kan sudah portable dan mudah dibawa! Dan karau mau melakukan internet, disekitar banyak warnet murah". Dalam menggunakan uang, dia perhatikan kebutuhan dan pernah bilang "Jangan sampai karau menbayar 5 sampai 17 juta untuk hanya membeli sebuah smartphone, sementara dengan uang 5 juta saja sudah bisa mendapatkan sebuah netbook, kamera digital, dan handphone yang lumayan bagus, sehingga bisa memotret dan internet".<br /><br />Bersambung ke catatan berikutnya
<br /><br />Posted at Fri Dec 30 15:40:07 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1246315</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1246315</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Fri Dec 30 15:40:07 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : kabar kematian muda teman yang dicintai (1)</title>
      <description><![CDATA[

aku mengejutkan sekali dan sedih sekali. ketika mendungarkan kabar itu, aku menagis dan hampir pingsan. mengkin tekanan darah juga menurun. kabar itu dari teman-teman di Indonesia yang mengatakan. kabar itu tentang kematian seorang teman. kasihan sekali, dia baru usia 25 tahun. dia juga teman yang aku sangat mencintai karena sangat baik dan menyenangkan. kami semua teman-temannya sedih.<br /><br />beristirahat degan tenang ya!<br />sayonara
<br /><br />Posted at Wed Dec 14 09:28:29 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1225812</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1225812</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Wed Dec 14 09:28:29 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Tumpukan pengumuman (0)</title>
      <description><![CDATA[

Memasuk ke dalam Lang-8 kembali setelah 2 minggu, aku melihatkan pengumuman di halaman awal friend request dan komentar catatan banyak sekali ada. Ternyata sedah ada puruhan pesan dan komentar jadi tumpukan. Aku tidak bisa menbalaskan semuanya, jadi aku menuliskan catatan ini.<br /><br />Terima kasih kepada teman-teman untuk friend requesto dan komentar dalam catatan. Karau ada waktu lagi, aku mau meneliskan rebi banyak catatan. Tolong menbantukan aku belajar bahasa Indonesia ya.
<br /><br />Posted at Tue Dec 06 02:17:28 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1214328</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1214328</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Tue Dec 06 02:17:28 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Foto keluarga (4)</title>
      <description><![CDATA[

Ini cerita tentang seorang teman Indonesia yang baik dan ramah sekali. Sebenarnya yang aku anggapkan kekurangan darinya adalah terlalu banyak curhat. Tapi tidak masalah bagiku. Suatu saat, dia bertanya "saori, kamu tidak bosan mendengarkan aku?". Untuk apa aku bosan, lagipula aku selalu inging menjadi tempat bercerita. Di keluarganya memang tidak ada yang mau benar-benar mendengarkan curhat dari dia, jadi dia mencari orang lain tempat bercerita. Mengkin, orang yang belum mengenalkannya mengangap bahwa dia orang yang sangat melancholic atau orang yang tidak mampu menyelesaikan masalah-masalahnya. Bagaimanapun itu yang orang lain mengangap. Tapi, sebenarnya pikirannya tentang menyelesaikan masalah sangat bijaksana dan dia mampu menyelesaikan lebih baik dibandingkan dengan orang lain. Karau dia menganbilkan keputusan, pasti keputusan itu telah benar-benar dengan baik direncanakan.<br /><br />Suatu hari, dia membukakan notebooknya dan melihatkan bersamaku foto-foto di dalam notebook. Aku melihat sebuah foto keluarga. Di dalamnya, ada orang Perancis. Di sebuah foto keluarga yang lain, aku melihat ada beberapa orang Inggris. Ternyata orang Perancis dan Inggris itu adalah istri-istri dari adik kedua dan adik ketiga dari ibunya. Dia mengatakan "kalau nanti ada foto keluarga baru, mungkin ada orang Jepang di dalamnya". Waktu itu, aku terhilang oleh perasaan dari kata-katanya. Aku merasakan bagaimana kata-kata bisa benar-benar bermasuk di hatiku dari orang yang terlewat jujur.
<br /><br />Posted at Sat Nov 26 10:32:43 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1200485</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1200485</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sat Nov 26 10:32:43 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Biaya mahal untuk belajar (18)</title>
      <description><![CDATA[

Ngobrol dari chatting dengan mantan pacar yang orang Indonesia dan teman yang tinggal di Kyoto ternyata mengayakan kosa kata dan merancarkan bahasa Indonesia. Selalu menyenankan. Selain itu, aku banyak belajar berbagai hal.<br /><br />Salah satu topik penbicaraan kalau dengan mantan pacar adalah perbedaan kontras Jepang dengan Indonesia. Dia mengatakan orang-orang di Indonesia beragama tapi orang-orang di Jepang tidak, tapi di lain sisi pengendalian sosial di Jepang lebih baik daripada di Indonesia. Dia berpendapat bahwa orang Jepang lebih tulus dan lebih jujur, tidak menipu orang lain.<br /><br />"Kalau aku berbicara dengan teman orang Indonesia yang beragama Islam sekalipun, dan suatu saat aku minta didoakan, biasanya mereka bilang akan berdoa untukku tapi itu hanya "lip-service" saja. Padahal setelah selesai salat, orang itu tidak akan ingat padaku untuk mendoakan." Begitu katanya dalam suatu saat waktu chatting. Dia mengatakan juga, "Kalau orang Jepang, walaupun tidak beragama, benar-benar mau mendoakan."<br /><br />Di lain hal, dia juga bercerita bagaimana orang Indonesia suka menipu terutama dalam harga. Kalau naik ojek atau angkot, kita tidak tahu ongkos biasa, bisa rebi mahal sangat. Karau biasa naik angkot membayarkan 2,500 rupiah untuk jarak sedang, kadang-kadang karau bertanya pada supir menjadi dimintakan uang 8,000 rupiah. Begitu juga kalau makan di warung makan kaki lima, yang untuk makan nasi, lauk, dan sayur, dan minum teh manis hangat biasanya sekitar 15,000 rupiah tapi bisa dinaikkan harga menjadi 50,000 rupiah.<br /><br />Waktu ke Jakarta bulan Mei lalu, aku menghabiskan ongkos taksi dari Bandara Soekarno-Hatta sampai Hotel di Jalan Rasuna Said sekitar 200,000 rupiah. Padahal kata mantan pacar, ongkos normal adalah 40,000 rupiah. Taksi itu membuatkan perjalan menjadi panjang, sehingga ongkos menjadi mahal.<br /><br />Aku sudah pernah ke Indonesia sebelumnya dan tinggal dalam waktu yang lama, tapi aku memang tidak tahu jalan. Kebanyakan orang Jepang tidak tahu kalau ke negara lain harus perhatikan bahwa yang seperti ini, termasuk karau ke Indonesia dan negara-negara Asia lainnya. Tapi bagiku, ongkos taksi itu adalah biaya untuk belajar dan tidak rugi mengeluarkannya.
<br /><br />Posted at Sat Nov 19 14:11:41 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1190846</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1190846</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sat Nov 19 14:11:41 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Chanpuru (チャンプルー), Apakah masakan Jepang atau Indonesia? (8)</title>
      <description><![CDATA[

Chanpuru adalah masakan khas Okinawa, tapi asal mula adalah dibawakan pengaruh budaya Asia Tenggara. Secara kasar sudah terlihat yang ini benar-benar mirip seperti masakan Indonesia, Thailand, atau Vietnam. Dari asal kata, "chanpuru" memang dari bahasa Indonesia yang kata "campur".<br /><br />Chanpuru ada bermacam-bermacam, seperti orak-arik tahu, orak-arik kol, dan orak-arik tauge yang sudah familiar dalam masakan Indonesia. Masakan ini dibuat caranya ditumis.<br /><br />Melihat sejarah mengapa bisa menjadi masakan Jepang, dahulu kerajaan Sriwijaya sudah menyubarkan pengaruh sampai seluruh Indonesia dan terus melakukan koloni ke Utara termasuk Phiripina, bahkan sampai kepulauan Taiwan dan selatan dari Jepang, termasuk Okinawa. Beberapa orang Okinawa juga mempunyai fisik mirip tubuh orang Indonesia. Peristiwa ini mungkin pada sekitar abad ke-5 atau ke-6.<br /><br />Ini adalah website dari wikipedia<br />http://ja.wikipedia.org/wiki/%E3%83%81%E3%83%A3%E3%83%B3%E3%83%97%E3%83%AB%E3%83%BC<br />http://id.wikipedia.org/wiki/Chanpur%C5%AB<br /><br />Yang bahasa Jepang lebih rengkap daripada yang bahasa Indonesia.<br /><br />Ngomong-ngomong, karena adanya hubungan antara Jepang dan Indonesia yang di masa dahulu, orang Jepang sering mengaitkan ini untuk kepuntingan politik. Misalnya mengatakan adanya pertalian darah antara Jepang dan Indonesia atau mengatakan Jepang dan Indonesia adalah saudara tua supaya pihak Indonesia mau bernegosiasi dengan Jepang dalam banyak urusan termasuk ekonomi.
<br /><br />Posted at Sat Nov 19 12:03:50 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1190688</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1190688</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sat Nov 19 12:03:50 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Terima kasih (1)</title>
      <description><![CDATA[

Terima kasih atas perhatian teman-teman pada catatan sebelum.<br />http://lang-8.com/99290/journals/1105920<br /><br />Aku baik-baik saja sekarang.
<br /><br />Posted at Fri Sep 30 14:19:37 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1119763</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1119763</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Fri Sep 30 14:19:37 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Topan dan banjir parah di Prefekture Aichi (2)</title>
      <description><![CDATA[

Akhir-akhir ini cuaca di Jepang sangat jelek, topan dan banjir banyak ada sangat parah. Akibatnya, banyak kerusakan bangunan-bangunan dan rumah-rumah. Selain itu gangguan produksi dan ekonomi.<br /><br />Topan Roke sudah mendekat Jepang menyertakan badai Talas, menbuatkan pengaruh cuaca jelek. Hujan besar sekali dan angin kencang sampai banjir dan longsor di Prefekture Aichi, bahkan termasuk sudah sampai kota Nagoya. Di Aichi banyak sungai meluap, jadi banjir besar. Banyak yang tewas dan hilang, dan lebih satu juta orang agar mengungsi.<br /><br />http://id.ibtimes.com/articles/4412/20110920/topan-mendekati-jepang-1-3-juta-orang-agar-mengungsi.htm<br /><br />Dari meteorologi, topan Roke masih bergerak. Pengaruh cuacanya akan sampai Tokyo. Aku tinggal di Shizuoka, takut sekali kalau sampai banjir di dekat aku tinggal. Cuaca di sini juga sudah jelek sekali. :(<br /><br />Tolong doakan ya.
<br /><br />Posted at Tue Sep 20 15:18:54 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1105920</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1105920</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Tue Sep 20 15:18:54 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Saat-saat terakhir di Indonesia (2)</title>
      <description><![CDATA[

Waktu terakhir di Indonesia adalah bulan Mei tahun ini. Sengaja tidak bilang-bilang kepada mantan pacar karena mau tenang liburan sendiri. hehe... Walaupun akhirnya bilang juga. Tapi sudah ketemu teman-teman yang orang Indonesia dan orang Jepang tingar di Indonesia.<br /><br />Karena aku mengingatkan peristiwa banyak dulu, sekarang aku tidak ceritakan yang bulan Mei tahun ini, tapi yang saat-saat terakhir di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Aku kenbali ke Jepang bulan September tahun 2007 juga tidak menberitahukan pacar(sekarang sudah mantan pacar). Entah mengapa mengingatkan dia. Dengan mantan pacar, aku masih menjadi teman sampai sekarang, tidak seperti pada yang pasangan kebanyakan orang Jepang yang putus kontak kalau sudah berpisah. Mantan pacar ini adalah orang Indonesia. Setelah ditinggalkan masih menganggapkan pacar, kemudian akhirnya aku menbuatkan dia percaya dan mengirakan aku punya pacar baru melalui teman orang Indonesia, walaupun juga aku menyesalkan. Padahal sejak berpisah tidak pernah punya pacar meskipun juga ingin. (T___T)<br /><br />Sebenarnya, catatan ini sedah dibuatkan mulai sejak lama tapi baru diselesaikan. Di sini, aku menanbahkan pengalaman pribadi dan pendapat tentang budaya. Mudah-mudahan mantan pacarku suatu saat juga bisa menbacanya.<br /><br />*･..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･<br />Tulisan di bawah ini ditulis dengan bantuan teman. Bahasa Indonesiaku sebenarnya sangat lebi jelek. /(-_-)\<br />*･..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･<br /><br />Kilas balik tahun 2006. Saat itu aku sudah cukup menahu beberapa kebiasaan dan sifat orang Indonesia bahwa seperti pada umumnya yang seperti orang Timur banyak menjaga sikap dan menyembunikan kesal ditutupi dengan ramah tamah. Ada beberapa pengalaman tidak terupakan. Aku mengambil kelas batik, di sana beberapa ada yang dari fakultas lain tidak pernah aku melihat sebelumnya. Aku punya keingintahuan dari salah seorangnya karena tidak seperti mahasiswa baru. Memperhatikan cara penbawaan dirinya, dia serius dan begitu memperhatikan dosen, tapi tidak begitu terlibat dengan aktif dalam kelas. Tapi ingin mengenalnya. Biasanya aku pakai nama Indonesia "Melati" kepada orang Indonesia kalau berkenalan, bahkan beberapa teman yang menahu nama asliku tetap panggil Melati, tapi kali ini aku mengulurkan tangan untuk salaman perkenalan kepada dia. Entah mengapa, aku mengatakan "Nama saya Saori?". Entah aku ada angapan yang nanti akan juga percuma kalau dipanggil oleh dosen dari daftar nama mahasiswa di kelas.<br /><br />Lama-lama bicara dengan dia, aku bisa akrab dan mengenalkan tentang dia lebih banyak. Kami bertukar nomor handphone, saling bercerita tentang pribadi, keluarga, hobi, kesukaan, dll. Ternyata, mahasiswa tingkat 3 dari fakultas teknik. Dia sangat baik dan perhatian kepada teman-temannya, dan aku merasakan beruntung menjadi orang yang dekat dan merasakan sepurti aku yang paling mendapatkan perhatian. Apapun juga tetap tulus. Walaupun dua tahun rebi muda daripada aku, dia bijaksana dan bisa menbuatkan aku menenang menjadi tempat curhat. Memang hierarki di negara-negara Timur termasuk Jepang dan Indonesia cenderung membuatkan perempuan yang rebi tua umur merasakan superior kepada laki-laki yang muda. Tapi menurutku itu akan bijaksana kalau perempuan tidak teralu menjaga sikap dengan angkuh (arrogant?) dan mengukur ke bawah laki-laki yang lebi muda. Perempuan memang ingin menghormat kepada laki-laki yang dicintainya adalah normal terutama di negara-negara Timur. Banyak yang mengira bahwa itu bisa dicapai kalau laki-lakinya lebih tua atau anggapan laki-laki yang lebih tua adalah sikapnya dewasa. Aku tidak mengatakan ini sama untuk semua orang, tapi hanya yang umumnya. Karena aku tidak begitu peduli pada hal umur, aku meneruskan berniat mengenalnya lebih. Dia adalah orang yang baik hati, sabar, ramah, dan suka membantu. Dia juga menceritakan banyak hal besar yang dicita-cita dari rencana-rencana hidupnya dan sangat consistent untuk mencapai cita-cita menjadi peneliti. Dia memang orang yang sangat pintar dan aku melihat seriusnya dia belajar dan bagaimana tekunnya. Kemampuan seninya juga baik, walaupun mengaku tidak begitu suka menbuat batik.<br /><br />Suatu saat, aku janjian untuk bertemu. Sebenarnya aku ingin mengajak kencan. Waktu sampai, aku terlambat 15 menit dan dia terlihat wajahnya sedikit kesal dan mengatakan "Bukannya kamu tidak mau telat kalau janjian?". Kata-kata itu membuatkan aku marah dan kasar berkata dengan suara keras. Aku merasakan tidak dimengertikan oleh dia dengan baik. Tapi, bagaimanapun memang aku yang salah, kemudian aku minta maaf. Bagaimanapun ketika berdua, dia tidak mau tersenyum kepada aku, aku sangat sedih. Aku mencoba mencarikan caranya membuatkan tersenyem, tapi tidak berhasil. Akhirnya dia menanyakan "Sekarang, apa yang kamu inginkan? hanya sekudar ketemu?". Aku semakin sedih dan mataku sudah berair, aku hampir menangis karena aku sadar kata-kataku menbuatkan dia marah. Aku menjawab "Aku hanya mau dengan kamu di sini" dan aku menyenderkan kepalaku ke bahunya, kemudian aku menarik tangannya supaya memegang tanganku. Setelah itu, dia tersenyum dan mengatakan "Saori, aku senang bisa menemani kamu di sini" dan aku juga senang sekali. Kali ini, benar-benar aku mengeluarkan air mata yang bukan karena sedih tapi senang sekali. Tidak begitu paham, apakah hari itu sudah jadian, ataukah hari lain saat pertama kali bilang "aku suka" atau "aku sayang", berdua kami tidak begitu peduli kapan harinya.<br /><br />Ada banyak hal dan budaya yang aku bisa berajar dari dia. Aku senang menjadi tempat curhatnya dan dia tempat curhatku. Apapun yang dilakukan untukku adalah serius dan tulus. Dia orang yang sangat baik, tapi ada beberapa hal yang waktu itu tidak bisa menceritakan. Aku tidak mau dia marah kepada aku karuna memang perbedaan budaya dan agama. Aku tidak mau menceritakan kalau aku pernah pacaran beberapa laki-laki Jepang dan tinggal bersama dengan setiap dari laki-laki itu dalam satu apartement sebelumnya, bahkan yang seorang tinggal di Indonesia dan menjadi manager di perusahaan Jepang menempat Indonesia. Mantan pacar yang orang Indonesia ini memang berbeda sekali dari yang orang Jepang. Mungkin dia adalah pacar yang pernah paling aku mencintai dari pacar-pacar semuanya.<br /><br />Minggu-minggu hampir menjelang waktu aku akan pulang, kami makan berdua di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, aku membuatkan bekal makan siang yang isinya onigiri yang di dalamnya ikan setengah matang (kalau mentah aku mengira orang Indonesia tidak suka). Waktu itu, dia tidak mngerti kalau ini adalah pertemuan terakhir, dan sampai saat ini tidak pernah bertemu lagi. Saat aku harus pulang ke Jepang setelah 5 tahun tinggal di Indonesia, aku tidak sempat bertemu dia lagi. Hanya menuliskan surat dalam bahasa Indonesia dan menyempaikan dari temanku. Aku sedih sekali walaupun dalam anggapanku (pendapat?) apabila diteruskan sampai menikah akan menbuatkan banyak masalah. Anggapan itu yang sampai sekarang tetap memikirkan dan membuatkan aku pertimbangan banyak ada kepada menikah dengan orang Indonesia.<br /><br />http://lang-8.com/99290/journals/1032066/Masalah-Dalam-Pernikahan-International<br /><br />Suatu hari setelah berpisah beberapa tahun, aku terhubung lagi dengannya. Tapi tidak lama kemudian, dia menanyakan tentang hal yang apakah aku pernah pacaran dengan orang Jepang sebelum pacaran dengan dia, aku tidak bisa mengatakan jujur dan tidak mau berbohong. Akhirnya mengatakan jujur, walaupun aku menahu dia akan menjadi marah.<br /><br />Memang selain masalah budaya dan agama yang berbeda, kondisi ekonomi Jepang dan Indonesia berbeda jauh memintakan untuk berpikir lebih rasional. Bagaimanapun harus pikir masalah-masalah yang akan ada seterah menikah. Tidak bisa kalau hanya dengan cinta.<br /><br />Sekarang, aku mau mengatakan jujur lagi.<br /><br />Kepada "dia",<br />Di manapun kamu sekarang. Aku menelesaikan turisan di catatan ini sambil menangis. Kalau kamu bisa menbacakannya, tolong jangan cuek.
<br /><br />Posted at Sat Sep 10 18:20:59 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1092079</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1092079</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sat Sep 10 18:20:59 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Menerima friend request (0)</title>
      <description><![CDATA[

Terima kasih kepada teman-teman yang megirimkan friend request. Aku tidak kepada semuanya membalas karena terlalu banyak. Memang tidak masuk Lang-8 sudah dari lama sehingga menunpuk. Seperti katakan peribahasa 塵も積もれば山となる yang sama artinya peribahasa Indonesia "sedikit demi sedikit menjadi bukit".<br /><br />Akhir ini agak sibuk, tidak ada waktu menulis di Lang-8. Aku akan menulis lagi.
<br /><br />Posted at Sat Sep 10 14:39:52 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1091802</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1091802</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sat Sep 10 14:39:52 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Orang Jepang Juga Mudik (2)</title>
      <description><![CDATA[

Sekarang orang Jepang dalam perayaan obon. Kantor-kantor di Jepang diliburkan untuk perayaan. Aku mendapatkan libur kantor sampai hari selasa. Jadi aku mudik ke rumah orang tua. \(^o^)/<br /><br />Obon (お盆) adalah budaya Jepang yang turun-menurun dari zaman dulu untuk sambutan kedatangan roh leluhur dan orang yang sedah meninggal dunia. Biasanya ada persembahan macam-macam untuk para roh supaya mereka juga senang. Kemarin menghidupkan mukaebi (迎え火) yang api untuk para rohnya datang sebagai tanda penerangan jalan pulang. Untuk menghantarkan pergi kenbali ke alam roh, nanti juga akan memakai dengan api okuribi (送り火).<br /><br />Ini adalah penjelasan rebi banyak tentang obon.<br />http://id.wikipedia.org/wiki/Obon<br /><br />btw, aku mendapatkan pesan-pesan dari teman-teman Indonesia yang kalau sekarang sudah bulan Ramadan. Bahkan sudah ada yang mudik. Jadi kita sama-sama mudik ya... hehe. Walaupun terlambat, aku mau mengucapkan selamat melakukan ibadah puasa.
<br /><br />Posted at Sun Aug 14 15:57:44 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1053603</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1053603</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sun Aug 14 15:57:44 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Pembicaraan buruh migran Indonesia (2)</title>
      <description><![CDATA[

Kira-kira dalam dua bulan yang lalu, pembicaraan buruh migran Indonesia menjadi tema hangat. Menbacakan news dari Indonesia di internet, sepertinya banyak ada tampilan news menbicarakan buruh migran yang di headline atau news halaman di dalam website. Masalah utama penbicaraan adalah hukuman mati yang kepada beberapa buruh migran Indonesia di Arabu Saudi dan Malaysia. Dari kedua ini, paling banyak menbicarakan yang di Arabu Saudi karena sudah beberapa buruh migran dihukum mati caranya pancung kepala dan tidak dahulu menberitahukang kepada kedutaan besar Indonesia.<br /><br />Banyak yang aku pikir hukuman tidak pantas menerima. Kebanyakan yang akan dan sudah menerima hukuman yaitu perempuan. Ada yang dihukum karena menbunuh majikan yang menperkosa, ada juga yang dihukum karena menbunuh untuk membela diri, dan hal yang aneh bahwa ada dihukum karena tuduhan saja walaupun tidak ada bukti yang jelas dan belum dibuktikan bertanggung jawab kesalahan. <br /><br />Beberapa yang di Arab Saudi ada kesulitan dalam hal bahasa, sehingga waktu diadili banyak tidak mengerti kata-kata dan hanya bisa menerima ditetapkan hukuman pasrah saja. Seharusnya diberikan pengacara dan penerjemah mendampingi. Dalam hal ini, Indonesia memang sangat lambat melakukan aksi. Walaupun mengatakan tidak mau lagi kirim buruh ke Arabu Saudi, tetap saja mengirimkan dan tidak perbaikan. Yang dikirimkan juga kebanyakan penbantu rumah tangga yang kurang bisa bahasa Arab dengan rancar dan tidak ada pendidikan.<br /><br />Untuk di Jepang, memang kepada buruh migran Indonesia menerima. Tapi, ada pendidikan dan diajarkan bahasa Jepang dahulu yang Jepang menginginkan. Pekerjaan buruh migran dari Indonesia umumnya perawat rumah sakit atau panti jompo dan pekerja magang di pabrik. Kalau di Jepang, buruh migran Indonesia hampir tidak menbuatkan masalah karena mereka baik, patuh, dan pekerja rajin. Orang Jepang sangat menerima orang Indonesia, tidak seperti yang di Arab Saudi.<br /><br />Kembali untuk mesalah yang di Arab Saudi. Aku ada banyak rasa mengejutkan dari beburapa cerita buruh migran Indonesia. Dalam suatu news yang lain, ada tampilan mengejutkan tentang Darsem, seorang buruh migran Indonesia yang akan dihukum mati tapi bebas dari uang tebusan yang dibayar pemerintah Indonesia, setelah bebas mendapatkan uang sumbangan banyak dari orang Indonesia tapi menghamburkan uang sumbangan. Aku menbacakan dari website yang kedua aku melampirkan di catatan ini.<br /><br />http://edition.cnn.com/2011/WORLD/asiapcf/07/15/indonesia.freed.maid/<br /><br />http://www.detiknews.com/read/2011/08/05/171827/1697692/10/dapat-sumbangan-rp-12-m-darsem-kini-bak-toko-emas-berjalan?9911012<br /><br />Orang Indonesia yang baik tentu menyumbang, dan pemerintah juga harus bertanggung jawab. Tapi karau sedah bebas, tidak boleh begitu seenak diri.
<br /><br />Posted at Fri Aug 05 14:20:32 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1041810</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1041810</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Fri Aug 05 14:20:32 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Masalah Dalam Pernikahan International (4)</title>
      <description><![CDATA[

Catatan ini ditulis dengan bantuan teman. Bahasa Indonesiaku sendiri yang sebenar sangat lebi jelek daripada di catatan ini.<br /><br />*･..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･*..*･.｡.ﾟ･<br /><br />Dalam beberapa catatan, di Lang-8 aku menuliskan tentang yang seorang teman menikah laki-laki Indonesia. Beruntungnya, suaminya adalah pegawai neguri yang diberikan kesumpatan bersekolah S3 pemerintah Indonesia. Dan suaminya memilih Jepang sepaya memenuhi kerinduan tempat asal temanku.<br /><br />Cerita-cerita orang Jepang juga bermacam-macam ada. Banyak yang carita baik, banyak juga cerita jelek. Mengkin ada arasan beberapa perempuan Jepang yang diiginkan tinggal di Indonesia, dan menentukan menikah laki-laki Indonesia. Alam Indonesia bagus, banyak kesenian menarik, kekayaan budaya yang bermacam-macam, orang-orang Indonesia ramah dengan linkugan tetangga yang silaturahmi, masakan Indonesia enak, kehidupan damai dan santai yang tidak menbebankan ketat waktu, dan sebagainya hal-hal yang tidak didapatkan di Jepang.<br /><br />Menbacakan sebuah tulisan seorang yang belajar bahasa Indonesia di Lang-8, aku mengartikan bahawa memang hal-hal itu yang menginginkan.<br />http://lang-8.com/287483/journals/1026549/Pernikahan<br /><br />Alasannya juga bukan hanya itu. Budaya Jepang berbeda dari budaya Indonesia. Beberapa perempuan yang pernah bertemu laki-laki Indonesia umumnya suka laki-laki Indonesia lebih. Laki-laki Indonesia sangat setia untuk pasangan, mau menbantukan istri pekerjaan rumah, dan paling penting yang tidak melakukan hal-hal tidak menyenangkan kepada istri, sepurti mabuk-mabukan atau pergi ke tempat cabul yang dilakukan banyak laki-laki Jepang kalau mendapatkan stress berat dari pekerjaan. Tidak menbicarakan betul atau salah, tapi hal budaya. Selain, tidak bisa menpersamakan umumnya pada semua orang Jepang atau orang Indonesia.<br /><br />Padahal, beberapa dari purempuan Jepang menikah laki-laki Indonesia bertahan tidak lama tingal di Indonesia karuna banyak masarah ada. Memang beberapa tidak pikir benar-benar dan teraru cepat menentukan. Tidak pikir masalah economi, tidak pikir masalah karau akan pulang ke Japang, tidak pikir dengan kurang nyaman keadaan di Indonesia, seperti kerusuhan, banjir, jalan rusak, sulit toransportasi, makanan kurang hygienic. Untuk bicara jujur, memang di Jepang banyak rebi nyaman kehidupan daripada di Indonesia. Ada yang bisa tingal satu tahun, setera itu tidak bertahan dan pulang ke Jepang, ada yang menbawakan suaminya bertinggal ke Jepang, bahkan beberapa meninggalkan begitu saja suaminya. Walaupun juga, ada perempuan Jepang yang berusaha tetap tingal di Indonesia sampai bertahun-tahun dengan tekanan kehidupan di Indonesia. Bagaimanapun, akan banyak kerinduan kampung halaman di Jepang.<br /><br />Perenpuan yang pikir masalah ekonomi dan keinginan kembali ke Jepang memilih menbawakan suaminya tingal di Jepang. Mereka mengangap sulit atau tidak mengkin kenbali ke Jepang dengan kerja mengempulkan uang karena gaji di Indonesia sangat rendah, sedangkan karau kembari ke Jepang perlu banyak uang untuk biaya kehidupan sehari-hari yang sangat mahal. Demikian yang tidak bertahan tinggal di Indonesia juga melakukan. Tapi, ternyata masalah lain banyak ada. Suami tidak mudah mendapatkang pekurjaan yang sesuai keinginan karena kurang bisa bahasa Jepang. Pekerjaan yang bisa seperti penjaga toko, pelayang resutoran, pekerja kasar, atau pekerjaan-pekerjaan lain yang tidak banyak mendapatkan uang. Memang awalnya istri bisa bertahan karena mencintai suaminya. Tapi lama-lama akan kurang sabar dan tidak bertahan lagi sampai akhirnya mengeluarkan suami dari rumah. Apa boleh buat, suami harus pulang ke Indonesia karena tidak ada tempat tinggal setera dikeluarkan.<br /><br />Beberapa kisah bahagia juga ada. Karau suami pintar bahasa Jepang, bisa dapat pekerjaan bagus. Apalagi, karau suami adalah mahasiswa di universitas yang di Jepang. Walaupun orang asing, kesempatan bekerja bagus di Jepang banyak ada. Pekerjaan lain yang memunkingkan seperti pengusaha yang sukses di Indonesia. Tapi tidak semua perempuan Jepang yang mau menikah orang Indonesia punya kesempatan dapatkan suami seperti ini.<br /><br />Perbedaan keadaan ekonomi Jepang dan Indonesia yang ekstreme menjadikan penyebab utama. Di sisi lain, perbedaan agama dan budaya juga bisa memasalahkan. Meskipun demikian, pernikahan tidak hanya karena ada cinta. Apakah bisa bahagia hanya dengan cinta? Semoga saja ekonomi di Indonesia cepat berubah dan pola pikir orang Indonesia bisa sesuai perkembangan zaman.
<br /><br />Posted at Fri Jul 29 10:28:58 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1032066</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1032066</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Fri Jul 29 10:28:58 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Lucu sekali (1)</title>
      <description><![CDATA[

Menbinungkan dengan orang Indonesia yang lucu-lucu. Seorang temanku yang bekerja di perusahaan Jepang di Indonesia. Nama keluarganya Kawasaki （川崎）, tapi dipangil Yamaha oleh orang Indonesia. Waktu ke Jakarta bulan Mei, aku bertemu dia. Saat tanyakan kepada dia kenapa dipangil Yamaha padahal namanya Kawasaki, dia menbingunkan juga pertama kalinya. Bagaimanapun, dia jadi merasakan aneh di Yamaha, tapi apa boleh buat semua orang pangil dia Yamaha. Lama-lama, ada orang Indonesia menjelaskan yang tentang di Indonesia ada peresahan Jepang penbuat sepeda motor Kawasaki dan ada yang Yamaha, tapi yang diketahui lebih orang Indonesia Yamaha. Jadi, Yamaha daripada Kawasaki teringat lebih mudah bagi orang Indonesia.<br /><br />Temanku juga ceritakan bahwa kemenkinan aku dipangil mbak "saos tiram". /(-_-)\ Karuna ada saos tiram yang merk "Saori", dan orang Indonesia suka pangil yang mureka mudah megingatkannya. :(<br /><br />Ceritakan seperti itu, aku dan temanku terbahak-bahak tertawa. Orang Indonesia lucu ya.
<br /><br />Posted at Sun Jul 10 14:30:02 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/1006746</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/1006746</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sun Jul 10 14:30:02 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Lama tidak menelis (6)</title>
      <description><![CDATA[

Sebetelnya, aku berliburan pergi ke Indonesia waktu golden week bulan mei lalu. Padahal pergi ke Jakarta, tapi tidak mengatakan. Tidak mengatakan juga kepada mantan pacar yang orang Indonesia. \(^o^)/<br />hahaha... aku inging liburan yang menyanankan sendiri saja. ♪<br /><br />Setera pulang ke Jepang, sangat sibuk pekerjaan. Jadi baru meneliskan catatan di lang-8 hari ini. (^o^)<br />
<br /><br />Posted at Fri Jun 24 14:49:11 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/985838</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/985838</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Fri Jun 24 14:49:11 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Prefix dan suffix bahasa Indonesia sukar (5)</title>
      <description><![CDATA[

Aku pernah berajar linguistic bahasa Indonesia yang pelajaran wajib karau di studi sastra. Padahal, banyak orang mengatakan yang sastra dan linguistic beda secara studi. Karena linguistic lebih tata bahasa. Sedankan, aku tetap menbingungkan dangan prefix dan sufix, padahal sudah belajar linguistic dalam waktu panjang. /(-_-)\<br /><br /><br />Ini banyak lebih sukar dari pada prefix dan suffix di bahasa Inglis, bagaimanapun bahasa Inglis umum tata bahasa lebih sukar.<br />Dari catatan sebelum, aku meneliskan pertanyaan yang tata bahasa ini.<br />http://lang-8.com/99290/journals/835557/Tata-bahasa-%2522memper-%2522-dan-%2522diper-%2522<br />Aku masih menbingunkan dari response yang menuliskan di catatan itu. Mengkin response lebih kegunaan prefix dan suffix.<br /><br />Menbukakan kembali buku text yang perajaran dari Indonesia. Prefix dan suffix banyak ada untuk penbentukkan kata kerja dan kata benda. Ada yang aku mengingatkan kenbali dari buku yang suffix -wan/wati yang artinya sama dalam bahasa Jepang 者(-sha). Dari buku juga ada banyak contoh yang bermacam-macam lain.<br /><br />Itu ternyata, banyak prefix dan sufix yang specific mengartikan suatu kata. Misalnya "memperbaiki". Karau kata ini, aku mengirakan "menbaikkan" karena mengartikan kata tersebet yang menbuatkan jadi lebih baik. Karau aku salah, tolong penbetulan ya. Untuk "memperbantukan" dan "diperbantukan" juga aku tidak mengarti. Tolong mengajarkan ya.<br /><br />Terima kasih^^<br />Saori
<br /><br />Posted at Fri Jun 24 14:31:16 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/985803</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/985803</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Fri Jun 24 14:31:16 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : melanjutkan sekolah (10)</title>
      <description><![CDATA[

Suami temanku yang orang Indonesia, sudah menaikkan pangkat karena dia pegawai negeri menjadi 3d. Dia punya rencana untuk melanjutkan sekolah S3 datang ke Jepang. Universitas yang pilihan adalah Universitas Kyoto karena bisa tingal rumah asal temanku. Sebelemnya, temanku tingal di Kyoto terus sekolah di Indonesia dan menikah dengan orang Indonesia.<br /><br />Karau suaminya sekolah di Kyoto, bisa pulang. Yang sebelumnya, pulang satu atau dua kali di satu tahun. Tapi, yang ini bisa waktu lama pulang sekitar 4 tahun karena sekolah. Karena sekolah, suaminya dari pemerintah Indonesia beasiswa banyak ada. Jadi uangnya cukup untuk kebetuhan sehari-hari tingar di Jepang.<br /><br />Aku juga senang karena temanku senang pulang kenbali ke Jepang.
<br /><br />Posted at Sat Apr 16 17:40:44 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/890843</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/890843</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sat Apr 16 17:40:44 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Bencana nuklir (2)</title>
      <description><![CDATA[

Baru akhir ini hampir orang Jepang menyibukan bencana nuklir. Ini yang paling parah adalah yang Fukushima. Yang beberapa sudah radiasi mengalirkan ke udara dan laut. Radiasi mengkhawatirkan hujan radiasi yang memungkinkan ke seluruh Jepang dan negara tetangga sepereti Korea, Taiwan, dan China. Ikan-ikan di laut juga mengkhawartirkan untuk makanan.<br /><br />Kerusakan yang gempa dan tsunami akibat masih belum selesai semua. Banyak ada gedung dan rumah hancur dan orang masih hilang belum selesai. Baru akhir ini juga ada gempa lagi yang pusat di Touhoku yang 7.4 richter skala. Tidak begitu besar terasa di Shizuoka, tapi pusatnya terasa lebih. mungkin masih ada yang menyusulkan gempa.<br /><br />Aku sangat tertekan pikiran. Lebih lagi juga, temanku yang mengirim pesan yang aku menyedihkan. Aku tidak bisa makan.. :(
<br /><br />Posted at Sat Apr 09 13:24:33 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/880736</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/880736</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sat Apr 09 13:24:33 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : berbaring seharian (17)</title>
      <description><![CDATA[

Temanku sangat lemah dan kurus. Selalu aku khawatirkan buruk pada kesehatannya. Masih menyankarukan karau ini yang mengalami coma. Menbacakan ceritanya aku jadi menyedihkan dan menakutkan. :(<br /><br />Memang karau mencita-citakan seorang peneliti cuma ada yang ini. Kalau badan lemah, kenapa merintiskan untuk menperikutkan system recruitment yang keras? malahan kondisi setera purang ke rumah menambah parah. Tidak mengepeduli wabahnya yang demam typhus.<br /><br /><br />Bagaimana karau kamu menerimakan pesan dari Indonesia seperti ini?<br />Saori, kondisiku sekarang sudah lebih baik. aku sudah bisa tidur nyenyak seharian di rumah, sekitar 23 jam tanpa terbangun. Sekarang, badanku udah lebih enak. Waktu aku tidur, aku mimpi indah. Aku bisa terbang di atas rumahku, aku heran kenapa aku bisa, lalu aku terbang keliling Jakarta sampai ke jalan sudirman kemudian ke jalan thamrin sambil lihat kantorku di sana. Ketika lagi jalan-jalan, tiba-tiba ada sesuatu yang menarik aku dan bilang "belum saatnya" dalam bahasa yang aku tidak pernah dengar sebelumnya. Lalu, aku bangun dari tidur dan aku masih ada di rumah, di tempat tidur.<br /><br /><br />Kasihan sekali T_____T<br />Aku sampai menangis waktu membacakan pesan ini. Itu bukan mimpi indah, tapi jiwanya pisahkan dari badannya. Orang Jepang kuran percaya tuhan, tapi aku purcaya jiwa bisa pisahkan dari badan. Aku menakutkan karau jiwanya tidak kembali.<br /><br />Temanku orang Islam yang tidak purcaya yang ini. Dia bilan itu cema mimpi karena waktu tidur sambil demam tinggi. Dia menyankarkan karau ini akibat coma. Padahal yang teman-temanku purnah mengarami coma juga pengalaman terbang seperti yang ceritakan. Aku sedih, aku tidak bisa makan T_______T
<br /><br />Posted at Sat Apr 09 12:41:30 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/880660</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/880660</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sat Apr 09 12:41:30 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Tata bahasa "memper-" dan "diper-" (0)</title>
      <description><![CDATA[

Aku melupakan banyak bahasa Indonesia yang juga tata bahasanya. baru akhir ini menemukan kenbali kata-kata yang awalan memper-/diper- dan dengan atau dengan tidak akhiran -kan. sulit sekali karena tidak belajar sudah lama. /(-_-)\<br />Aku sudah mengertikan yang awalan "di-" adalah bentuk pasif kata kerja dari bentuk aktif "me-"<br /><br />mempertanggungjawabkan/dipertanggungjawabkan<br />memperbantukan/diperbantukan<br />memperbuat/diperbuat<br /><br />melalui context karimatnya yang aku memahami berikut.<br /><br />"Orang-orang yang dituding sebagai penjahat perang tersebut diseret ke mahkamah Internasional untuk diadili dan mempertanggungjawabkan perbuatannya."<br /><br />mempertanggungjawabkan = sama seperti bertanggungjawab??<br /><br />"Para staf bagian pemeliharaan juga ikut diperbantukan pada pekerjaan di bagian elektrikal."<br /><br />diperbantukan = sama seperti membantu?<br /><br />"Kesalahan kecil yang diperbuat olehnya berakibat musibah besar pada rekan-rekannya."<br /><br />diperbuat = dibuat?<br /><br />terus, bagaimana cara mau menbedakan yang tidak digunakan per- setelah me- atau di- ? Tolong ajarkan aku ya. Terima kasih. \(^^,)/
<br /><br />Posted at Sun Mar 06 02:09:11 UTC 2011<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/835557</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/835557</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sun Mar 06 02:09:11 UTC 2011</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Mau Marah Tapi Tidak Bisa (7)</title>
      <description><![CDATA[

Kalau putus berhubungan pacar pasti ada penyesalan. Penyesalan karena waktu dan perhatian yang diberikan kepada pacar. Setiap penyesalan ada kesedihan. Tapi itu berbeda dengan mantan pacarku yang orang Indonesia. Pacaran dengannya lucu. Lucu sekali, seperti pacaran anak-anak SMP yang malu-malu. Tidak berciuman, tidak berpelukan, hampir tidak kontak fisik. Kalau aku tidak menggenggam tangannya ketika menyeberang jalan bersebelahan, dia tidak akan menggenggam tangganku selamanya. Aku sekali menggodakan (merayu ??) untuk menciumku, tapi tidak berhasil. Mungkin dia memeluk (menganut ??) prinsip hidupnya terlalu ketat. Berpendapat itu tidak boleh lakukan begitupula kepada pacar sendiri. Bahwa perbedaan budaya ini adalah tidak masalah bagiku, cukup asalkan ada cinta.<br /><br />Mengingatkan bahwa ini adalah lucu, tapi akhir-akhir ini aku mau marah. Kami masih saling komunikasi dari email dan chat. Kadang-kadang, dia menasihatiku berlebihan sekali. Aku tahu dia orang yang pintar sekali dan bijaksana sekali, tapi kadang-kadang sulit mengikut jalan pikirannya terutama prinsip hidup. Dia orang Indonesia dan aku orang Jepang. Kami berbeda budaya pasti juga jalan pikiran. Kalau mau berdiskusi boleh, tapi harus menpertinbangkan agama dan budaya orang yang dibawa berdiskusi. Aku mau sangat marah waktu dia memintakan aku berpikir cara hidup selama ini. Dia bilang tentang generasi muda Jepang sekarang sudah kehilangan jati diri sebagai bagian Asia, kebanyakan mengambil budaya barat, bahkan lebih parah dari yang orang barat. Dia menulis juga contoh-contoh yang dianggapkan jelek atau jahat bagi orang Indonesia. Kalau aku menilai cara-cara hidup itu dari titik pandangku bukanlah jelek atau jahat tapi hal yang biasa dan boleh. Hanya perbedaan budaya yang menbuatkan itu dianggapkan berbeda setiap budaya. Beberapa kali menanyakan "coba pikirkan apa kebenaran universal itu? apakah itu ada?". Aku tahu dia tersinggung dengan kata-kata itu yang orang lain menuliskan.<br /><br />Tapi sekarang aku tidak bisa marah lagi. Dia menuliskan email permintaan maaf dituliskan bahasa Jepang yang terakhirnya bahasa Ingris "although are different, we can still love each other. I'm really sorry for making you so hurt". Walaupun banyak kesalahan tulisan dan hampir aku tidak mengertikan kata-kata bahasa Jepangnya, aku senang sekali dia berusaha sangat kuat meminta maaf. Bagaimanapun juga, dia masih teman yang aku sangat menyukainya walaupun sudah berpisah.
<br /><br />Posted at Sat Oct 30 15:33:58 UTC 2010<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/676161</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/676161</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sat Oct 30 15:33:58 UTC 2010</pubDate>
</item>

    <item>
    <title>saori : Tsunami Mentawai dan Letusan Gunung Merapi (2)</title>
      <description><![CDATA[

Dalam beberapa hari, menbaca surat kabar Jepang dan juga news dari internet, banyak tulisan yang bencana-bencana alam di Indonesia, yaitu tsunami di kepulauan Mentawai, Sumatra Barat dan letusan gunung Merapi, Jawa Tengah.<br /><br />http://mdn.mainichi.jp/mdnnews/international/news/20101030p2g00m0in043000c.html<br /><br />Indonesia memang sering ada gempa dan tsunami, jadi turut prihatin kepada Indonesia. Tahun 2006, waktu aku di Indonesia, gunung Merapi juga letusan tapi korban tidak banyak seperti sekarang yang banyak abu volcanic.<br /><br />aku turut berduka cita untuk para korban dan doakan supaya bencana-bencana itu cepat diselesaikan dan Indonesia menjadi lebih baik menanggapkan bencana.
<br /><br />Posted at Sat Oct 30 10:48:47 UTC 2010<br />]]></description>
<link>http://www.lang-8.com/99290/journals/675785</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.lang-8.com/99290/journals/675785</guid>
<dc:creator>saori</dc:creator>
<pubDate>Sat Oct 30 10:48:47 UTC 2010</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>

