Saya menjadi pekerja di biara Buddha di Peking
Saya sudah memindah dari pusat kota Peking ke keliling bagian barat kota.
Sekarang saya menghidup dalam sebuah biara Buddha di Peking untuk menjadi seorang Bikkhu.
Biara ini bernama Longquan (Sumber / Mata air naga) dalam Bahasa China.
Saya orang asing (atau orang Jerman) pertama yang pernah ingin menjadi Bikkhu di sini.
Minggu lalu, saya harus bekerja delapan jam sehari di lokasi bangunan biara untuk membawa melempar, pipa saluran air (drain pipes) dan papan kayu (planks).
Seluruh bikkhu harus mematuhi peraturan masyarakat bikkhu.
Walaupun saya bekerja sebagai seorang guru bahasa dan penterjemah sudah lama, saya harus bekerja keras di lokasi bangunan.
Setiap bikkhu harus mengetahui menderita. Melalui menderita kami akan belajar rasa kasihan.
Saya ingin memadamkan keangkuhan dan membersihkan jiwa sendiri, perlu berubah kebiasaan buruk.
Selain itu, minggu lalu, saya bertanggung jawab untuk memberi makanan kepada semua orang di rumah makan biara.
Selama distribusi, semua orang berdoa atau menyanyi.
Setelah distribusi selesai, saya hanya mulai makan sendiri.
Saya sangat suka kehidupan dan pekerjaan dalam biara karena semua orang membantu satu sama lain.
Sebaliknya, jika bekerja dalam perusahaan yang lain, pekerja dan karyawan sering menghina satu sama lain.
------
Dalam Bahasa Jerman dan Bahasa China:
http://lang-8.com/tinnakorn/journals/1012818
Sekarang saya menghidup dalam sebuah biara Buddha di Peking untuk menjadi seorang Bikkhu.
Biara ini bernama Longquan (Sumber / Mata air naga) dalam Bahasa China.
Saya orang asing (atau orang Jerman) pertama yang pernah ingin menjadi Bikkhu di sini.
Minggu lalu, saya harus bekerja delapan jam sehari di lokasi bangunan biara untuk membawa melempar, pipa saluran air (drain pipes) dan papan kayu (planks).
Seluruh bikkhu harus mematuhi peraturan masyarakat bikkhu.
Walaupun saya bekerja sebagai seorang guru bahasa dan penterjemah sudah lama, saya harus bekerja keras di lokasi bangunan.
Setiap bikkhu harus mengetahui menderita. Melalui menderita kami akan belajar rasa kasihan.
Saya ingin memadamkan keangkuhan dan membersihkan jiwa sendiri, perlu berubah kebiasaan buruk.
Selain itu, minggu lalu, saya bertanggung jawab untuk memberi makanan kepada semua orang di rumah makan biara.
Selama distribusi, semua orang berdoa atau menyanyi.
Setelah distribusi selesai, saya hanya mulai makan sendiri.
Saya sangat suka kehidupan dan pekerjaan dalam biara karena semua orang membantu satu sama lain.
Sebaliknya, jika bekerja dalam perusahaan yang lain, pekerja dan karyawan sering menghina satu sama lain.
------
Dalam Bahasa Jerman dan Bahasa China:
http://lang-8.com/tinnakorn/journals/1012818
- 87
- 4
- 7
Journals Statistics
| Total | 19 entries |
|---|---|
| This Month | 0 entries |
| This week | 0 enrties |
Latest entry
Latest comments
| Apr 02nd evild |
| Mar 02nd Junesun |
| Feb 28th + + (家家) |
| Feb 28th hannah |
| Feb 26th 小綠 |
Entries by Month
| 2012 |
|---|
| - April (1) |
| - February (2) |
| 2011 |
| - September (1) |
| - August (3) |
| - July (7) |
| 2010 |
| - September (5) |
Saya sudah pindah dari pusat kota Peking ke keliling bagian barat kota.
Sekarang saya hidup di sebuah biara Buddha di Peking untuk menjadi seorang Bikkhu.
Saya sudah pindah dari pusat kota Peking ke sekitar (if the word in english is 'around' i think the natural translation is 'sekitar') bagian barat kota.
Sekarang saya menghidup dalam di (dalam is correct but sounds strange for this sentence) sebuah biara Buddha di Peking untuk menjadi seorang Bikkhu.
Walaupun saya bekerja sebagai seorang guru bahasa dan penterjemahpenerjemah sudah lama, saya harus bekerja keras di lokasi bangunan.
Setiap bikkhu harus mengetahui rasa dari penderitaan.
dengan melalui (melalui is correct but sounds awkward for this sentence) menderita kami akan belajar rasa kasihan.
Saya ingin memadamkan keangkuhan dan membersihkan jiwa sendiri, sehingga perlu berubah kebiasaan buruk. or it can be Jika saya ingin memadamkan keangkuhan dan membersihkan jiwa sendiri, perlu berubah kebiasaan buruk.
you seem good in 'Imbuhan', which i think is the most difficult part in Bahasa Indonesia. well done :)
Walaupun saya sudah lama bekerja sebagai seorang guru bahasa dan penterjemah sudah lama, saya tetap harus bekerja keras di lokasi bangunan.
Melalui penderitaan menderita kami akan belajar rasa kasihan.
Saya ingin memadamkan keangkuhan dan membersihkan jiwa sendiri, dengan perlu mengubah berubah kebiasaan buruk. or it can be Jika (word saya is not needed) ingin memadamkan keangkuhan diri dan membersihkan jiwa (word sendiri is not needed as it is explained with diri) maka saya perlu mengubah kebiasaan buruk.
Selama pembagian distribusi, semua orang berdoa atau menyanyi.
Setelah pembagian distribusi selesai, saya sendiri baru hanya mulai makan sendiri.
Saya sangat suka kehidupan dan pekerjaan di dalam biara karena semua orang saling membantu satu sama lain.
Sebaliknya, jika bekerja pada dalam perusahaan yang lain, pekerja dan karyawan seringkali saling menghina satu sama lain.
Saya adalah orang asing (atau orang Jerman) pertama yang pernah ingin menjadi Bikkhu di sini.Using adalah it's up to you. it's only clear your sentence. even if you don't use adalah your sentence is correct
Minggu lalu, saya harus bekerja delapan jam sehari di lokasi bangunan biara untuk membawa, melempar, pipa saluran air (drain pipes) dan papan kayu (planks).
Seluruh bikkhu harus mematuhi peraturan masyarakat bikkhu.bikkhu, in bahasa indonesia. they are called as BIKSU
Sebaliknya, jika bekerja pada dalam perusahaan yang lain, pekerja dan karyawan sering menghina satu sama lain.
Sekarang saya menghidup tinggal dalam sebuah biara Buddha di Peking untuk menjadi seorang Bikkhu.
Walaupun saya sudah lama bekerja sebagai seorang guru bahasa dan penterjemah penerjemah sudah lama, saya harus bekerja keras di lokasi bangunan.
Setiap bikkhu biksu harus mengetahui menderita apa itu derita.
Minggu lalu, saya harus bekerja delapan jam sehari di lokasi bangunan biara untuk membawa dan melempar pipa saluran air (drain pipes) dan papan kayu (planks).
Saya menjadi pekerja di biara Buddha di Peking
Saya sudah pindah dari pusat kota Peking ke sekitar bagian kota sebelah barat .
Sekarang saya menghidup dalam di sebuah biara Buddha di Peking untuk menjadi seorang Bikkhu.
Biara ini bernama Longquan (Sumber / Mata air naga) dalam Bahasa China.
Saya orang asing (atau orang Jerman) pertama yang pernah ingin menjadi Bikkhu di sini.
Minggu lalu, saya harus bekerja delapan jam sehari di lokasi bangunan biara untuk membawa melempar, pipa saluran air (drain pipes) dan papan kayu (planks).
Seluruh bikkhu harus mematuhi peraturan masyarakat bikkhu.
Walaupun saya bekerja sebagai seorang guru bahasa dan penterjemah sudah lama, saya harus bekerja keras di lokasi bangunan.
Setiap bikkhu harus mengetahui menderita.
Melalui penderitaan kami akan belajar rasa kasihan.
Selain itu, minggu lalu, saya bertanggung jawab untuk memberi makanan kepada semua orang di rumah makan biara.
Selama distribusi, semua orang berdoa atau menyanyi.
Setelah distribusi selesai, saya hanya mulai makan sendiri.
Saya sangat suka kehidupan dan pekerjaan dalam biara karena semua orang membantu satu sama lain.
Sebaliknya, jika bekerja dalam perusahaan yang lain, pekerja dan karyawan sering menghina satu sama lain.
------
Dalam Bahasa Jerman dan Bahasa China:
http://lang-8.com/tinnakorn/journals/1012818